Selasa, 06 Oktober 2015

Ingin Perbaiki Ibadah, Ya kaji Fiqih

Kajian Kitab Bulughulmaram Hadits Ke-470 Bab Shal…: http://youtu.be/_mipLZ9wd-M


Jumat, 25 September 2015

Kegiatan Penyembelihan Qurban Kampung Branti

Jumlah hewan yang disembelih adalah 2,lembu dan 9 sapi. Semoga pengorbanan ini diterima Allah SWT.




Selasa, 15 September 2015

Santunan Untuk Korban crane Masjidil Haram

Stop Press!!!! ⚡⚡⚡

Atas perintah raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah selaku pelayan dua tanah suci (al Haramain), bahwa pemerintah kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan kepada para korban meninggal dan terluka pada peristiwa jatuhnya alat berat craine tanggal 11 Dzulqo'dah 1436 H di Masjidl Haram. Diantara bantuan yang akan diberikan adalah sebagai berikut :

1. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada setiap keluarga korban yang wafat pada kejadian ini.

صرف مبلغ مليون ريال لذوي كل شهيد توفاه ـ الله سبحانه وتعالى ـ في هذه الحادثة

2. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada para korban yang cacat seumur hidup.

صرف مبلغ مليون ريال لكل مصاب بإصابة بالغة نتج عنها إعاقة دائمة

3. Memberikan bantuan sebesar 500.000 SR (kisaran 1.9 M Rupiah ) kepada setiap korban yang tidak wafat (terluka).

صرف مبلغ ( خمسمائة ألف ريال ) لكل واحد من المصابين الآخرين

Beliau Hafidzahullah juga menjelaskan bahwa semua bantuan ini tidak akan diberikan kecuali kepada mereka yang berhak (dari keluarga korban) setelah melapor kepada bagian khusus yang mengurusi. Tentu dalam perihal ini tidak lain demi menjaga amanah dan agar bantuan ini tersampaikan kepada yang benar benar berhak menerimanya.

Atas perintah Raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah bahwa pemerintahan kerajaan Arab Saudi juga akan memberikan bantuan bantuan lain. Bantuan tersebut adalah :

1. Menghajikan 2 orang dari keluarga korban yang wafat sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji tahun 1437 H ( tahun depan).

باستضافة اثنين من ذوي كل متوفى من حجاج الخارج ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين لحج عام 1437 هـ

2. Memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan haji di tahun berikutnya bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji pada tahun ini. Sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1437 H (tahun depan).

تمكين من لم تمكنه ظروفه الصحية من المصابين من استكمال مناسك حج هذا العام من معاودة أداء الحج عام 1437 هـ ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين

3. Dan memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban untuk mengunjungi / merawat korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisa dari musim haji tahun ini. Dan pula visa kembali ke negaranya.

ومنح ذوي المصابين الذين يتطلب الأمر بقاءهم في المستشفيات تأشيرات زيارة خاصة لزيارتهم والاعتناء بهم خلال الفترة المتبقية من موسم حج هذا العام والعودة إلى بلادهم

Untuk informasi secara detail bagi yang bisa berbahasa arab lebih jelasnya langsung membaca kabar berita ini pada link berikut :

http://www.al-madina.com.sa/node/630976/%D8%A8%D8%A3%D9%85%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%84%D9%83-%D8%A5%D9%8A%D9%82%D8%A7%D9%81-%D8%AA%D8%B5%D9%86%D9%8A%D9%81-%D9%85%D8%AC%D9%85%D9%88%D8%B9%D8%A9-%D8%A8%D9%86-%D9%84%D8%A7%D8%AF%D9%86-%D9%88%D9%85%D9%86%D8%B9-%D8%A3%D8%B9%D8%B6%D8%A7%D8%A6%D9%87%D8%A7-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%81%D8%B1-%D8%AD%D8%AA%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%86%D8%AA%D9%87%D8%A7%D8%A1-%D9%85%D9%86-%D8%AA%D8%AD%D9%82%D9%8A.html

Inilah sekilas pemberitahuan mengenai kebaikan dan perhatian pemerintah kerajaan Arab Saudi kepada korban yang wafat dan terluka pada musibah ini.

Semoga Allah ta'ala senantiasa menambah keberkahan pada negri ini dan kepada raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah beserta keluarganya.

Dan semoga Allah ta'ala memberikan kekuatan dan kesabaran bagi keluarga korban yang ditinggal. Menerima segala amal sholih para jamaah haji yang wafat, mengampuni segala khilaf, dosa dan kesalahan serta memasukkan mereka ke dalam Surga firdausi-Nya.

Semoga korban yang masih sakit pula segera lekas diberi kesembuhan hingga sehat wal afiat dan pulih kembali sedia kala. Aamiin ya Rabbal Aalamiin...

#Diterjemahkan secara bebas dengan sedikit penyesuaian bahasa dan penambahan penjelasan agar mudah untuk difahami.

Penghujung malam kota nabi al Madinah al Munawwaroh. Akhukum fillah Afza Fajri Khatami Masyhadi melaporkan @Afkm_

___
Madinah I Selasa 2 Dzulhijjah1436 H / 15 September 2015 M

Sabtu, 12 September 2015

BERSAMA SIAPA KITA?

Siapa yang tidak kenal fir'aun ?
Siapa yang tidak kenal Qorun ?

Semua pasti mengenal mereka karena kemashuran kisah kehidupan mereka. Fir'aun yang terkenal karena kesombongannya, dia mengaku sebagai tuhan dan mati tenggelam di laut merah.

Qorun juga terkenal karena kesombongannya, dia menganggap bahwa harta yang dia miliki merupakan hasil dari kecerdasan dan usahanya, dia tidak meyakini hal itu merupakan pemberian dan karunia Allah. Sampai akhirnya Allah meneggelamkannya bersama hartanya kedalam perut bumi.

Kisah yang cukup mashur...

Sekarang apa ada yang tahu siapa itu Hamman ?
Dan siapa itu Ubay bin Khalaf ?

Jika Hamman, maka dia sosok yang agak femiliar, karena namanya disebutkan dalam al qur'an dan ikut serta mengambil peran dalam kisan nabi Musa dan Fir'aun. Hamman adalah pejabat fir'aun yang diperintah untuk membangun-bangunan yang tinggi.

Sekarang siapa itu Ubay bin Khalaf ?
Nama ini asing di teling kita semua, tidak ada yang mengenalnya kecuali bagi pemerhati sejarah Nabi Muhammad.

Ubay bin Khalaf merupakan salah satu kafir Mekkah yang menentang Islam. Ketika di Mekkah, Rasulullah pernah berkata bahwa beliau akan membunuh Ubay bin Khalaf. Maka sejak itu Ubay bin Khalaf yakin bahwa dia akan mati di tangan Nabi.

Ketika berkecamuk perang Uhud, Ubay mencari Nabi dan Ingin membunuh beliau, karena di yakin bahwa jika Nabi tidak mati maka dia yang akan mati. Hingga akhirnya Ubay bin Khalaf bertemu dengan Nabi dan terjadi sebuah duel. Pedang Nabi mampu menggores sedikit leher dari Ubay, namun Ubay berhasil tumbang.

Diapun sadar bahwa ajalnya telah dekat. Dan benar ketika dalam perjalanan ke Mekkah Ubay tewas disebabkan luka goresan pedang Nabi padahal luka tersebut tidak berbahaya.

Saudaraku mungkin anda bertanya, apa maksud disebutkan empat orang tadi ?
Apa hubungan antara keempat orang tadi ?
Apa kaitannya dengan kita semua ?

Banyak sekali jawaban dari pertanyaan tadi, namun disini saya ingin menyebutkan satu hadits yang semoga kita semua bisa mengamalkannya. Nabi bersabda :

من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة، ومن لم يحافظ عليها لم يكن له نور ولا برهان ولا نجاة وكان يوم القيامة مع قارون وفرعون وهامان أبي بن خلف.

"Siapa yang menjaga sholatnya maka pada hari kiamat dia akan memiliki cahaya, pembela dan akan mendapat keselamatan. Dan siapa yang tidak menjaga sholatnya maka di hari kiamat dia tidak memiliki cahaya, pembela dan tidak mendapat keselamatan. Sementara dia nanti akan dikumpulkan bersana Qorun, Fir'aun, Hamman dan Ubay bin Khalaf. (HR. Ahmad, dll dan dishohihkan isnadnya oleh syaikh Syu'aib al-Arnauth)

Inilah saudaraku maksud saya menyebutkan empat orang diatas, dimana Nabi mengancam orang-orang yang tidak menjaga sholatnya akan dikumpulkan bersama orang-orang di atas.

Maka saya menasehati diri saya pribadi dan saudara-saudara saya yang saya cintai agar kita menjaga sholat kita, yang dengan itu kita berharap bisa berkumpul dengan orang-orang sholeh pada hari kiamat dan tidak berkumpul dengan orang-orang yang celaka.

Demikian yang bisa ditorehkan semoga Allah memberi kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya.

✏ Ustadz Nur Kholis, S.Pd.I حفظه الله تعالى

💻 www.suaraaliman.com
Youtube.com/user/suaraalimantv
fb.com/radiosuaraaliman
-----
📩 Group WA Suara Al-Iman
Radio 846 AM SURABAYA
SMS/WA 087770000846

Rabu, 12 Agustus 2015

Kisi kisi ulangan Tik

Kelas 9 :
1. Sejarah internet
2. Pengertian internet dan intranet
3. Perbedaan antara intranet dan internet
4. Manfaat internet diberbagai bidang
5. Manfaat jaringangan intranet
6. Dampak negatif internet

Rabu, 24 Juni 2015

Gunakan dorar.net Untuk Telusuri Hadits

Contoh penggunaan dorar.net untuk telusuri hadits surat yasin :


16 - اقرؤُوا على موتاكم ( يس ) .

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الألباني | المصدر : ضعيف الجامع

الصفحة أو الرقم: 1072 | خلاصة حكم المحدث : ضعيف

 



17 - اقرَؤوا على موتاكم يس.

الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : ابن عثيمين | المصدر : الشرح الممتع

الصفحة أو الرقم: 5/249 | خلاصة حكم المحدث : مختلف فيه وفيه مقال

 



18 - اقرؤوا ياسينَ على موتاكم

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الألباني | المصدر : إرواء الغليل

الصفحة أو الرقم: 688 | خلاصة حكم المحدث : ضعيف

 



19 - اقرؤوا يس فإنَّ فيها عشرَ بركاتٍ ما قرأها جائعٌ إلا شبعَ وما قرأها عارٍ إلا كُسِيَ وما قرأها مسافرٌ إلا أُعِينَ على سفرِه وما قرأها رجلٌ ضلَّتْ عليه ضالةٌ إلا وجدها وما قُرِئتْ عند ميِّتٍ إلا خُفِّفَ عنه وما قرأها عطشانٌ إلا رُويَ وما قرأها مريضٌ إلا برئ

الراوي : علي بن أبي طالب | المحدث : ابن عراق الكناني | المصدر : تنزيه الشريعة

الصفحة أو الرقم: 1/296 | خلاصة حكم المحدث : له شاهد

 



20 - قلبُ القرآنِ {يس} لا يقرؤُها رجلٌ يريدُ اللهَ والدَّارَ الآخرةَ إلَّا غفر اللهُ له اقرؤُوها على موتاكم

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :المنذري | المصدر : الترغيب والترهيب

الصفحة أو الرقم: 2/319 | خلاصة حكم المحدث : [إسناده صحيح أو حسن أو ما قاربهما]

 



21 - اقرأُوا يس على موتاكم

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الذهبي | المصدر : ميزان الاعتدال

الصفحة أو الرقم: 4/550 | خلاصة حكم المحدث : [فيه] أبو عثمان لا يعرف أبوه ولا هو

 



22 - اقرءُوا يس على مَوتاكم

الراوي : - | المحدث : ابن الملقن |المصدر : البدر المنير

الصفحة أو الرقم: 5/193 | خلاصة حكم المحدث : له طريق آخر

 



23 - اقرَءوا يس على موتاكُم

الراوي : - | المحدث : ابن الملقن |المصدر : شرح البخاري لابن الملقن

الصفحة أو الرقم: 23/153 |خلاصة حكم المحدث : صحيح

 



24 - اقرءوا يس على موتاكم

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :صلاح الدين العلائي | المصدر : تحفة التحصيل

الصفحة أو الرقم: 369 | خلاصة حكم المحدث : مرسل

 



25 - اقرَءُوا على مَوتاكُمْ { يس }

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :ابن حجر العسقلاني | المصدر : تخريج مشكاة المصابيح

الصفحة أو الرقم: 2/188 | خلاصة حكم المحدث : [حسن كما قال في المقدمة]

 



26 - اقرءوا يس على موتاكُم

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :السفاريني الحنبلي | المصدر : شرح كتاب الشهاب

الصفحة أو الرقم: 229 | خلاصة حكم المحدث : صحيح

 



27 - اقرأوا على موتاكم يس

الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : الشوكاني | المصدر : الفتح الرباني

الصفحة أو الرقم: 9/4502 |خلاصة حكم المحدث : حسن

 



28 - اقرأوا على موتاكم يس

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الشوكاني | المصدر : الدراري المضية

الصفحة أو الرقم: 131 | خلاصة حكم المحدث : أعل

 



29 - يس قلبُ القرآنِ لا يقرؤها عبدٌ يريدُ اللهَ والدارَ الآخرةَ إلا غُفِرَ لهُ ما تقدمَ من ذنبِه فاقرؤوها علىموتَاكم

الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الشوكاني | المصدر : فتح القدير

الصفحة أو الرقم: 4/504 | خلاصة حكم المحدث : ذكر له أحمد إسنادين أحدهما فيه مجهول

 



30 - اقرءوا على موتاكم يس.

الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : ابن باز | المصدر : فتاوى نور على الدرب لابن باز

الصفحة أو الرقم: 13/433 |خلاصة حكم المحدث : فيه ضعف

Rabu, 10 Juni 2015

Suami Istri Bersentuhan, Batalkah Wudhunya?

Kala seorang sudah hidup berumah tangga, sikap romantis menjadi bumbu kehidupan. Tak jarang romantisme itu diwujudkan dalam bentuk sentuhan, pelukan, dan ciuman. Kala sang suami hendak berangkat kerja, ciuman didaratkan di kening sebagai tanda sayang. Untuk menguatkan rasa kasih, genggaman tangan kadang lebih banyak berbicara.

Jika suami istri bisa berpegangan dan bersentuhan lebih bebas, bagaimana jadinya jika salah satu atau keduanya sudah berwudhu? Apakah batal seperti halnya bersentuhan dengan lawan jenis bukan muhrim lainnya?

Secara umum ada tiga pendapat berbeda dalam hal ini. Imam Syafi'i dan ulama dari kalangannya berpendapat bersentuhan kulit tanpa aling-aling, baik itu dengan istri sendiri, bisa membatalkan wudhu. Meskipun ia bersentuhan tanpa syahwat. 

Imam Syafi'i, seperti ditulis Ibnu Rusyd berpendapat, bahwa siapa yang menyentuh lawan jenisnya tanpa alat, baik menimbulkan berahi atau tidak, maka batal wudhunya. Di sisi lain, ada riwayat lain menyatakan bahwa dalam hal wudhu, Imam Syafi'i mempersamakan istri dengan semua mahram.

Dasarnya tafsir ayat 43 surat an-Nisa. Dalam penjelasan hal-hal yang membatalkan wudhu, kata laamastum dalam aulaamastum nisaa ditafsirkan oleh Imam Syafi’i dan Imam Nawawi sebagai menyentuh perempuan, bukan bersetubuh dengan perempuan. Abdullah bin Mas'ud juga mengartikan laamastum selain jima'

Dalam kitab Fathul Mu'in disebutkan beberapa faktor yang membatalkan wudhu. Di antaranya bertemunya dua kulit antara pria dan wanita meskipun tanpa syahwat. Nahdlatul Ulama (NU) yang memakai mazhab Syafi’i dalam fikihnya berpendapat dalam situs resminya, bersentuhan tangan dan kecupan kepada istri bisa membatalkan wudhu. NU mengutip hadis dari yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, "Sentuhan tangan seorang laki-laki terhadap istrinya atau menyentuhnya dengan tangan wajiblah atasnya berwudhu." (HR Malik dan as-Syafii).

Pendapat kedua adalah persentuhan antara suami istri baik disertai atau tidak dengan syahwat tidak membatalkan wudhu. Pendapat ini dianut Imam Hanifah. Menurutnya, hanya persetubuhan yang membatalkan wudhu. Dalilnya pun sama, surat an-Nisa ayat 43. Namun, laamastum di sini ditafsirkan dengan jima' atau persetubuhan.

Syekh Salih bin Muhammad bin Utsaimin berpendapat tidak batal wudhunya suami istri yang bersentuhan bahkan berciuman. Dasarnya adalah hadis dari Aisyah RA. Aisyah RA meriwayatkan, Nabi SAW mencium salah satu istrinya kemudian melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud). Hadis ini diperselisihkan di kalangan ulama mengenai derajatnya. Syekh Nashiruddin al-Albani menshahihkannya. Tidak utuhnya para ulama menerima derajat shahih hadis ini juga menjadi penyebab perbedaan pendapat masalah ini.

Pendapat ketiga dari mazhab Malik dan Hanbali yang menyatakan batalnya wudhu akibat persentuhan yang mengakibatkan birahi, baik terhadap suami istri ataupun selainnya. Ibnu Qudamah lebih menekankan hukum tidak membatalkan, namun jika keluar madzi dan mani maka wudhunya batal.  

Sumber: www.rol.co.id