Jumat, 25 September 2015
Selasa, 15 September 2015
Santunan Untuk Korban crane Masjidil Haram
Stop Press!!!! ⚡⚡⚡
Atas perintah raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah selaku pelayan dua tanah suci (al Haramain), bahwa pemerintah kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan kepada para korban meninggal dan terluka pada peristiwa jatuhnya alat berat craine tanggal 11 Dzulqo'dah 1436 H di Masjidl Haram. Diantara bantuan yang akan diberikan adalah sebagai berikut :
1. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada setiap keluarga korban yang wafat pada kejadian ini.
صرف مبلغ مليون ريال لذوي كل شهيد توفاه ـ الله سبحانه وتعالى ـ في هذه الحادثة
2. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada para korban yang cacat seumur hidup.
صرف مبلغ مليون ريال لكل مصاب بإصابة بالغة نتج عنها إعاقة دائمة
3. Memberikan bantuan sebesar 500.000 SR (kisaran 1.9 M Rupiah ) kepada setiap korban yang tidak wafat (terluka).
صرف مبلغ ( خمسمائة ألف ريال ) لكل واحد من المصابين الآخرين
Beliau Hafidzahullah juga menjelaskan bahwa semua bantuan ini tidak akan diberikan kecuali kepada mereka yang berhak (dari keluarga korban) setelah melapor kepada bagian khusus yang mengurusi. Tentu dalam perihal ini tidak lain demi menjaga amanah dan agar bantuan ini tersampaikan kepada yang benar benar berhak menerimanya.
Atas perintah Raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah bahwa pemerintahan kerajaan Arab Saudi juga akan memberikan bantuan bantuan lain. Bantuan tersebut adalah :
1. Menghajikan 2 orang dari keluarga korban yang wafat sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji tahun 1437 H ( tahun depan).
باستضافة اثنين من ذوي كل متوفى من حجاج الخارج ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين لحج عام 1437 هـ
2. Memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan haji di tahun berikutnya bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji pada tahun ini. Sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1437 H (tahun depan).
تمكين من لم تمكنه ظروفه الصحية من المصابين من استكمال مناسك حج هذا العام من معاودة أداء الحج عام 1437 هـ ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين
3. Dan memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban untuk mengunjungi / merawat korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisa dari musim haji tahun ini. Dan pula visa kembali ke negaranya.
ومنح ذوي المصابين الذين يتطلب الأمر بقاءهم في المستشفيات تأشيرات زيارة خاصة لزيارتهم والاعتناء بهم خلال الفترة المتبقية من موسم حج هذا العام والعودة إلى بلادهم
Untuk informasi secara detail bagi yang bisa berbahasa arab lebih jelasnya langsung membaca kabar berita ini pada link berikut :
http://www.al-madina.com.sa/node/630976/%D8%A8%D8%A3%D9%85%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%84%D9%83-%D8%A5%D9%8A%D9%82%D8%A7%D9%81-%D8%AA%D8%B5%D9%86%D9%8A%D9%81-%D9%85%D8%AC%D9%85%D9%88%D8%B9%D8%A9-%D8%A8%D9%86-%D9%84%D8%A7%D8%AF%D9%86-%D9%88%D9%85%D9%86%D8%B9-%D8%A3%D8%B9%D8%B6%D8%A7%D8%A6%D9%87%D8%A7-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%81%D8%B1-%D8%AD%D8%AA%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%86%D8%AA%D9%87%D8%A7%D8%A1-%D9%85%D9%86-%D8%AA%D8%AD%D9%82%D9%8A.html
Inilah sekilas pemberitahuan mengenai kebaikan dan perhatian pemerintah kerajaan Arab Saudi kepada korban yang wafat dan terluka pada musibah ini.
Semoga Allah ta'ala senantiasa menambah keberkahan pada negri ini dan kepada raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah beserta keluarganya.
Dan semoga Allah ta'ala memberikan kekuatan dan kesabaran bagi keluarga korban yang ditinggal. Menerima segala amal sholih para jamaah haji yang wafat, mengampuni segala khilaf, dosa dan kesalahan serta memasukkan mereka ke dalam Surga firdausi-Nya.
Semoga korban yang masih sakit pula segera lekas diberi kesembuhan hingga sehat wal afiat dan pulih kembali sedia kala. Aamiin ya Rabbal Aalamiin...
#Diterjemahkan secara bebas dengan sedikit penyesuaian bahasa dan penambahan penjelasan agar mudah untuk difahami.
Penghujung malam kota nabi al Madinah al Munawwaroh. Akhukum fillah Afza Fajri Khatami Masyhadi melaporkan @Afkm_
___
Madinah I Selasa 2 Dzulhijjah1436 H / 15 September 2015 M
Atas perintah raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah selaku pelayan dua tanah suci (al Haramain), bahwa pemerintah kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan kepada para korban meninggal dan terluka pada peristiwa jatuhnya alat berat craine tanggal 11 Dzulqo'dah 1436 H di Masjidl Haram. Diantara bantuan yang akan diberikan adalah sebagai berikut :
1. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada setiap keluarga korban yang wafat pada kejadian ini.
صرف مبلغ مليون ريال لذوي كل شهيد توفاه ـ الله سبحانه وتعالى ـ في هذه الحادثة
2. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR ( kisaran 3.8 M Rupiah ) kepada para korban yang cacat seumur hidup.
صرف مبلغ مليون ريال لكل مصاب بإصابة بالغة نتج عنها إعاقة دائمة
3. Memberikan bantuan sebesar 500.000 SR (kisaran 1.9 M Rupiah ) kepada setiap korban yang tidak wafat (terluka).
صرف مبلغ ( خمسمائة ألف ريال ) لكل واحد من المصابين الآخرين
Beliau Hafidzahullah juga menjelaskan bahwa semua bantuan ini tidak akan diberikan kecuali kepada mereka yang berhak (dari keluarga korban) setelah melapor kepada bagian khusus yang mengurusi. Tentu dalam perihal ini tidak lain demi menjaga amanah dan agar bantuan ini tersampaikan kepada yang benar benar berhak menerimanya.
Atas perintah Raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah bahwa pemerintahan kerajaan Arab Saudi juga akan memberikan bantuan bantuan lain. Bantuan tersebut adalah :
1. Menghajikan 2 orang dari keluarga korban yang wafat sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji tahun 1437 H ( tahun depan).
باستضافة اثنين من ذوي كل متوفى من حجاج الخارج ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين لحج عام 1437 هـ
2. Memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan haji di tahun berikutnya bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji pada tahun ini. Sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1437 H (tahun depan).
تمكين من لم تمكنه ظروفه الصحية من المصابين من استكمال مناسك حج هذا العام من معاودة أداء الحج عام 1437 هـ ضمن ضيوف خادم الحرمين الشريفين
3. Dan memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban untuk mengunjungi / merawat korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisa dari musim haji tahun ini. Dan pula visa kembali ke negaranya.
ومنح ذوي المصابين الذين يتطلب الأمر بقاءهم في المستشفيات تأشيرات زيارة خاصة لزيارتهم والاعتناء بهم خلال الفترة المتبقية من موسم حج هذا العام والعودة إلى بلادهم
Untuk informasi secara detail bagi yang bisa berbahasa arab lebih jelasnya langsung membaca kabar berita ini pada link berikut :
http://www.al-madina.com.sa/node/630976/%D8%A8%D8%A3%D9%85%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%84%D9%83-%D8%A5%D9%8A%D9%82%D8%A7%D9%81-%D8%AA%D8%B5%D9%86%D9%8A%D9%81-%D9%85%D8%AC%D9%85%D9%88%D8%B9%D8%A9-%D8%A8%D9%86-%D9%84%D8%A7%D8%AF%D9%86-%D9%88%D9%85%D9%86%D8%B9-%D8%A3%D8%B9%D8%B6%D8%A7%D8%A6%D9%87%D8%A7-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%81%D8%B1-%D8%AD%D8%AA%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%86%D8%AA%D9%87%D8%A7%D8%A1-%D9%85%D9%86-%D8%AA%D8%AD%D9%82%D9%8A.html
Inilah sekilas pemberitahuan mengenai kebaikan dan perhatian pemerintah kerajaan Arab Saudi kepada korban yang wafat dan terluka pada musibah ini.
Semoga Allah ta'ala senantiasa menambah keberkahan pada negri ini dan kepada raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah beserta keluarganya.
Dan semoga Allah ta'ala memberikan kekuatan dan kesabaran bagi keluarga korban yang ditinggal. Menerima segala amal sholih para jamaah haji yang wafat, mengampuni segala khilaf, dosa dan kesalahan serta memasukkan mereka ke dalam Surga firdausi-Nya.
Semoga korban yang masih sakit pula segera lekas diberi kesembuhan hingga sehat wal afiat dan pulih kembali sedia kala. Aamiin ya Rabbal Aalamiin...
#Diterjemahkan secara bebas dengan sedikit penyesuaian bahasa dan penambahan penjelasan agar mudah untuk difahami.
Penghujung malam kota nabi al Madinah al Munawwaroh. Akhukum fillah Afza Fajri Khatami Masyhadi melaporkan @Afkm_
___
Madinah I Selasa 2 Dzulhijjah1436 H / 15 September 2015 M
Sabtu, 12 September 2015
BERSAMA SIAPA KITA?
Siapa yang tidak kenal fir'aun ?
Siapa yang tidak kenal Qorun ?
Semua pasti mengenal mereka karena kemashuran kisah kehidupan mereka. Fir'aun yang terkenal karena kesombongannya, dia mengaku sebagai tuhan dan mati tenggelam di laut merah.
Qorun juga terkenal karena kesombongannya, dia menganggap bahwa harta yang dia miliki merupakan hasil dari kecerdasan dan usahanya, dia tidak meyakini hal itu merupakan pemberian dan karunia Allah. Sampai akhirnya Allah meneggelamkannya bersama hartanya kedalam perut bumi.
Kisah yang cukup mashur...
Sekarang apa ada yang tahu siapa itu Hamman ?
Dan siapa itu Ubay bin Khalaf ?
Jika Hamman, maka dia sosok yang agak femiliar, karena namanya disebutkan dalam al qur'an dan ikut serta mengambil peran dalam kisan nabi Musa dan Fir'aun. Hamman adalah pejabat fir'aun yang diperintah untuk membangun-bangunan yang tinggi.
Sekarang siapa itu Ubay bin Khalaf ?
Nama ini asing di teling kita semua, tidak ada yang mengenalnya kecuali bagi pemerhati sejarah Nabi Muhammad.
Ubay bin Khalaf merupakan salah satu kafir Mekkah yang menentang Islam. Ketika di Mekkah, Rasulullah pernah berkata bahwa beliau akan membunuh Ubay bin Khalaf. Maka sejak itu Ubay bin Khalaf yakin bahwa dia akan mati di tangan Nabi.
Ketika berkecamuk perang Uhud, Ubay mencari Nabi dan Ingin membunuh beliau, karena di yakin bahwa jika Nabi tidak mati maka dia yang akan mati. Hingga akhirnya Ubay bin Khalaf bertemu dengan Nabi dan terjadi sebuah duel. Pedang Nabi mampu menggores sedikit leher dari Ubay, namun Ubay berhasil tumbang.
Diapun sadar bahwa ajalnya telah dekat. Dan benar ketika dalam perjalanan ke Mekkah Ubay tewas disebabkan luka goresan pedang Nabi padahal luka tersebut tidak berbahaya.
Saudaraku mungkin anda bertanya, apa maksud disebutkan empat orang tadi ?
Apa hubungan antara keempat orang tadi ?
Apa kaitannya dengan kita semua ?
Banyak sekali jawaban dari pertanyaan tadi, namun disini saya ingin menyebutkan satu hadits yang semoga kita semua bisa mengamalkannya. Nabi bersabda :
من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة، ومن لم يحافظ عليها لم يكن له نور ولا برهان ولا نجاة وكان يوم القيامة مع قارون وفرعون وهامان أبي بن خلف.
"Siapa yang menjaga sholatnya maka pada hari kiamat dia akan memiliki cahaya, pembela dan akan mendapat keselamatan. Dan siapa yang tidak menjaga sholatnya maka di hari kiamat dia tidak memiliki cahaya, pembela dan tidak mendapat keselamatan. Sementara dia nanti akan dikumpulkan bersana Qorun, Fir'aun, Hamman dan Ubay bin Khalaf. (HR. Ahmad, dll dan dishohihkan isnadnya oleh syaikh Syu'aib al-Arnauth)
Inilah saudaraku maksud saya menyebutkan empat orang diatas, dimana Nabi mengancam orang-orang yang tidak menjaga sholatnya akan dikumpulkan bersama orang-orang di atas.
Maka saya menasehati diri saya pribadi dan saudara-saudara saya yang saya cintai agar kita menjaga sholat kita, yang dengan itu kita berharap bisa berkumpul dengan orang-orang sholeh pada hari kiamat dan tidak berkumpul dengan orang-orang yang celaka.
Demikian yang bisa ditorehkan semoga Allah memberi kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya.
✏ Ustadz Nur Kholis, S.Pd.I حفظه الله تعالى
💻 www.suaraaliman.com
Youtube.com/user/suaraalimantv
fb.com/radiosuaraaliman
-----
📩 Group WA Suara Al-Iman
Radio 846 AM SURABAYA
SMS/WA 087770000846

Siapa yang tidak kenal Qorun ?
Semua pasti mengenal mereka karena kemashuran kisah kehidupan mereka. Fir'aun yang terkenal karena kesombongannya, dia mengaku sebagai tuhan dan mati tenggelam di laut merah.
Qorun juga terkenal karena kesombongannya, dia menganggap bahwa harta yang dia miliki merupakan hasil dari kecerdasan dan usahanya, dia tidak meyakini hal itu merupakan pemberian dan karunia Allah. Sampai akhirnya Allah meneggelamkannya bersama hartanya kedalam perut bumi.
Kisah yang cukup mashur...
Sekarang apa ada yang tahu siapa itu Hamman ?
Dan siapa itu Ubay bin Khalaf ?
Jika Hamman, maka dia sosok yang agak femiliar, karena namanya disebutkan dalam al qur'an dan ikut serta mengambil peran dalam kisan nabi Musa dan Fir'aun. Hamman adalah pejabat fir'aun yang diperintah untuk membangun-bangunan yang tinggi.
Sekarang siapa itu Ubay bin Khalaf ?
Nama ini asing di teling kita semua, tidak ada yang mengenalnya kecuali bagi pemerhati sejarah Nabi Muhammad.
Ubay bin Khalaf merupakan salah satu kafir Mekkah yang menentang Islam. Ketika di Mekkah, Rasulullah pernah berkata bahwa beliau akan membunuh Ubay bin Khalaf. Maka sejak itu Ubay bin Khalaf yakin bahwa dia akan mati di tangan Nabi.
Ketika berkecamuk perang Uhud, Ubay mencari Nabi dan Ingin membunuh beliau, karena di yakin bahwa jika Nabi tidak mati maka dia yang akan mati. Hingga akhirnya Ubay bin Khalaf bertemu dengan Nabi dan terjadi sebuah duel. Pedang Nabi mampu menggores sedikit leher dari Ubay, namun Ubay berhasil tumbang.
Diapun sadar bahwa ajalnya telah dekat. Dan benar ketika dalam perjalanan ke Mekkah Ubay tewas disebabkan luka goresan pedang Nabi padahal luka tersebut tidak berbahaya.
Saudaraku mungkin anda bertanya, apa maksud disebutkan empat orang tadi ?
Apa hubungan antara keempat orang tadi ?
Apa kaitannya dengan kita semua ?
Banyak sekali jawaban dari pertanyaan tadi, namun disini saya ingin menyebutkan satu hadits yang semoga kita semua bisa mengamalkannya. Nabi bersabda :
من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة، ومن لم يحافظ عليها لم يكن له نور ولا برهان ولا نجاة وكان يوم القيامة مع قارون وفرعون وهامان أبي بن خلف.
"Siapa yang menjaga sholatnya maka pada hari kiamat dia akan memiliki cahaya, pembela dan akan mendapat keselamatan. Dan siapa yang tidak menjaga sholatnya maka di hari kiamat dia tidak memiliki cahaya, pembela dan tidak mendapat keselamatan. Sementara dia nanti akan dikumpulkan bersana Qorun, Fir'aun, Hamman dan Ubay bin Khalaf. (HR. Ahmad, dll dan dishohihkan isnadnya oleh syaikh Syu'aib al-Arnauth)
Inilah saudaraku maksud saya menyebutkan empat orang diatas, dimana Nabi mengancam orang-orang yang tidak menjaga sholatnya akan dikumpulkan bersama orang-orang di atas.
Maka saya menasehati diri saya pribadi dan saudara-saudara saya yang saya cintai agar kita menjaga sholat kita, yang dengan itu kita berharap bisa berkumpul dengan orang-orang sholeh pada hari kiamat dan tidak berkumpul dengan orang-orang yang celaka.
Demikian yang bisa ditorehkan semoga Allah memberi kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya.
✏ Ustadz Nur Kholis, S.Pd.I حفظه الله تعالى
💻 www.suaraaliman.com
Youtube.com/user/suaraalimantv
fb.com/radiosuaraaliman
📩 Group WA Suara Al-Iman
Radio 846 AM SURABAYA
SMS/WA 087770000846

Rabu, 12 Agustus 2015
Kisi kisi ulangan Tik
Kelas 9 :
1. Sejarah internet
2. Pengertian internet dan intranet
3. Perbedaan antara intranet dan internet
4. Manfaat internet diberbagai bidang
5. Manfaat jaringangan intranet
6. Dampak negatif internet
1. Sejarah internet
2. Pengertian internet dan intranet
3. Perbedaan antara intranet dan internet
4. Manfaat internet diberbagai bidang
5. Manfaat jaringangan intranet
6. Dampak negatif internet
Rabu, 24 Juni 2015
Gunakan dorar.net Untuk Telusuri Hadits
Contoh penggunaan dorar.net untuk telusuri hadits surat yasin :
16 - اقرؤُوا على موتاكم ( يس ) .
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الألباني | المصدر : ضعيف الجامع
الصفحة أو الرقم: 1072 | خلاصة حكم المحدث : ضعيف
17 - اقرَؤوا على موتاكم يس.
الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : ابن عثيمين | المصدر : الشرح الممتع
الصفحة أو الرقم: 5/249 | خلاصة حكم المحدث : مختلف فيه وفيه مقال
18 - اقرؤوا ياسينَ على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الألباني | المصدر : إرواء الغليل
الصفحة أو الرقم: 688 | خلاصة حكم المحدث : ضعيف
19 - اقرؤوا يس فإنَّ فيها عشرَ بركاتٍ ما قرأها جائعٌ إلا شبعَ وما قرأها عارٍ إلا كُسِيَ وما قرأها مسافرٌ إلا أُعِينَ على سفرِه وما قرأها رجلٌ ضلَّتْ عليه ضالةٌ إلا وجدها وما قُرِئتْ عند ميِّتٍ إلا خُفِّفَ عنه وما قرأها عطشانٌ إلا رُويَ وما قرأها مريضٌ إلا برئ
الراوي : علي بن أبي طالب | المحدث : ابن عراق الكناني | المصدر : تنزيه الشريعة
الصفحة أو الرقم: 1/296 | خلاصة حكم المحدث : له شاهد
20 - قلبُ القرآنِ {يس} لا يقرؤُها رجلٌ يريدُ اللهَ والدَّارَ الآخرةَ إلَّا غفر اللهُ له اقرؤُوها على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :المنذري | المصدر : الترغيب والترهيب
الصفحة أو الرقم: 2/319 | خلاصة حكم المحدث : [إسناده صحيح أو حسن أو ما قاربهما]
21 - اقرأُوا يس على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الذهبي | المصدر : ميزان الاعتدال
الصفحة أو الرقم: 4/550 | خلاصة حكم المحدث : [فيه] أبو عثمان لا يعرف أبوه ولا هو
22 - اقرءُوا يس على مَوتاكم
الراوي : - | المحدث : ابن الملقن |المصدر : البدر المنير
الصفحة أو الرقم: 5/193 | خلاصة حكم المحدث : له طريق آخر
23 - اقرَءوا يس على موتاكُم
الراوي : - | المحدث : ابن الملقن |المصدر : شرح البخاري لابن الملقن
الصفحة أو الرقم: 23/153 |خلاصة حكم المحدث : صحيح
24 - اقرءوا يس على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :صلاح الدين العلائي | المصدر : تحفة التحصيل
الصفحة أو الرقم: 369 | خلاصة حكم المحدث : مرسل
25 - اقرَءُوا على مَوتاكُمْ { يس }
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :ابن حجر العسقلاني | المصدر : تخريج مشكاة المصابيح
الصفحة أو الرقم: 2/188 | خلاصة حكم المحدث : [حسن كما قال في المقدمة]
26 - اقرءوا يس على موتاكُم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :السفاريني الحنبلي | المصدر : شرح كتاب الشهاب
الصفحة أو الرقم: 229 | خلاصة حكم المحدث : صحيح
27 - اقرأوا على موتاكم يس
الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : الشوكاني | المصدر : الفتح الرباني
الصفحة أو الرقم: 9/4502 |خلاصة حكم المحدث : حسن
28 - اقرأوا على موتاكم يس
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الشوكاني | المصدر : الدراري المضية
الصفحة أو الرقم: 131 | خلاصة حكم المحدث : أعل
29 - يس قلبُ القرآنِ لا يقرؤها عبدٌ يريدُ اللهَ والدارَ الآخرةَ إلا غُفِرَ لهُ ما تقدمَ من ذنبِه فاقرؤوها علىموتَاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الشوكاني | المصدر : فتح القدير
الصفحة أو الرقم: 4/504 | خلاصة حكم المحدث : ذكر له أحمد إسنادين أحدهما فيه مجهول
30 - اقرءوا على موتاكم يس.
الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : ابن باز | المصدر : فتاوى نور على الدرب لابن باز
الصفحة أو الرقم: 13/433 |خلاصة حكم المحدث : فيه ضعف
16 - اقرؤُوا على موتاكم ( يس ) .
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الألباني | المصدر : ضعيف الجامع
الصفحة أو الرقم: 1072 | خلاصة حكم المحدث : ضعيف
17 - اقرَؤوا على موتاكم يس.
الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : ابن عثيمين | المصدر : الشرح الممتع
الصفحة أو الرقم: 5/249 | خلاصة حكم المحدث : مختلف فيه وفيه مقال
18 - اقرؤوا ياسينَ على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الألباني | المصدر : إرواء الغليل
الصفحة أو الرقم: 688 | خلاصة حكم المحدث : ضعيف
19 - اقرؤوا يس فإنَّ فيها عشرَ بركاتٍ ما قرأها جائعٌ إلا شبعَ وما قرأها عارٍ إلا كُسِيَ وما قرأها مسافرٌ إلا أُعِينَ على سفرِه وما قرأها رجلٌ ضلَّتْ عليه ضالةٌ إلا وجدها وما قُرِئتْ عند ميِّتٍ إلا خُفِّفَ عنه وما قرأها عطشانٌ إلا رُويَ وما قرأها مريضٌ إلا برئ
الراوي : علي بن أبي طالب | المحدث : ابن عراق الكناني | المصدر : تنزيه الشريعة
الصفحة أو الرقم: 1/296 | خلاصة حكم المحدث : له شاهد
20 - قلبُ القرآنِ {يس} لا يقرؤُها رجلٌ يريدُ اللهَ والدَّارَ الآخرةَ إلَّا غفر اللهُ له اقرؤُوها على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :المنذري | المصدر : الترغيب والترهيب
الصفحة أو الرقم: 2/319 | خلاصة حكم المحدث : [إسناده صحيح أو حسن أو ما قاربهما]
21 - اقرأُوا يس على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الذهبي | المصدر : ميزان الاعتدال
الصفحة أو الرقم: 4/550 | خلاصة حكم المحدث : [فيه] أبو عثمان لا يعرف أبوه ولا هو
22 - اقرءُوا يس على مَوتاكم
الراوي : - | المحدث : ابن الملقن |المصدر : البدر المنير
الصفحة أو الرقم: 5/193 | خلاصة حكم المحدث : له طريق آخر
23 - اقرَءوا يس على موتاكُم
الراوي : - | المحدث : ابن الملقن |المصدر : شرح البخاري لابن الملقن
الصفحة أو الرقم: 23/153 |خلاصة حكم المحدث : صحيح
24 - اقرءوا يس على موتاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :صلاح الدين العلائي | المصدر : تحفة التحصيل
الصفحة أو الرقم: 369 | خلاصة حكم المحدث : مرسل
25 - اقرَءُوا على مَوتاكُمْ { يس }
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :ابن حجر العسقلاني | المصدر : تخريج مشكاة المصابيح
الصفحة أو الرقم: 2/188 | خلاصة حكم المحدث : [حسن كما قال في المقدمة]
26 - اقرءوا يس على موتاكُم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :السفاريني الحنبلي | المصدر : شرح كتاب الشهاب
الصفحة أو الرقم: 229 | خلاصة حكم المحدث : صحيح
27 - اقرأوا على موتاكم يس
الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : الشوكاني | المصدر : الفتح الرباني
الصفحة أو الرقم: 9/4502 |خلاصة حكم المحدث : حسن
28 - اقرأوا على موتاكم يس
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الشوكاني | المصدر : الدراري المضية
الصفحة أو الرقم: 131 | خلاصة حكم المحدث : أعل
29 - يس قلبُ القرآنِ لا يقرؤها عبدٌ يريدُ اللهَ والدارَ الآخرةَ إلا غُفِرَ لهُ ما تقدمَ من ذنبِه فاقرؤوها علىموتَاكم
الراوي : معقل بن يسار | المحدث :الشوكاني | المصدر : فتح القدير
الصفحة أو الرقم: 4/504 | خلاصة حكم المحدث : ذكر له أحمد إسنادين أحدهما فيه مجهول
30 - اقرءوا على موتاكم يس.
الراوي : [معقل بن يسار] | المحدث : ابن باز | المصدر : فتاوى نور على الدرب لابن باز
الصفحة أو الرقم: 13/433 |خلاصة حكم المحدث : فيه ضعف
Rabu, 10 Juni 2015
Suami Istri Bersentuhan, Batalkah Wudhunya?
Kala seorang sudah hidup berumah tangga, sikap romantis menjadi bumbu kehidupan. Tak jarang romantisme itu diwujudkan dalam bentuk sentuhan, pelukan, dan ciuman. Kala sang suami hendak berangkat kerja, ciuman didaratkan di kening sebagai tanda sayang. Untuk menguatkan rasa kasih, genggaman tangan kadang lebih banyak berbicara.
Jika suami istri bisa berpegangan dan bersentuhan lebih bebas, bagaimana jadinya jika salah satu atau keduanya sudah berwudhu? Apakah batal seperti halnya bersentuhan dengan lawan jenis bukan muhrim lainnya?
Secara umum ada tiga pendapat berbeda dalam hal ini. Imam Syafi'i dan ulama dari kalangannya berpendapat bersentuhan kulit tanpa aling-aling, baik itu dengan istri sendiri, bisa membatalkan wudhu. Meskipun ia bersentuhan tanpa syahwat.
Imam Syafi'i, seperti ditulis Ibnu Rusyd berpendapat, bahwa siapa yang menyentuh lawan jenisnya tanpa alat, baik menimbulkan berahi atau tidak, maka batal wudhunya. Di sisi lain, ada riwayat lain menyatakan bahwa dalam hal wudhu, Imam Syafi'i mempersamakan istri dengan semua mahram.
Dasarnya tafsir ayat 43 surat an-Nisa. Dalam penjelasan hal-hal yang membatalkan wudhu, kata laamastum dalam aulaamastum nisaa ditafsirkan oleh Imam Syafi’i dan Imam Nawawi sebagai menyentuh perempuan, bukan bersetubuh dengan perempuan. Abdullah bin Mas'ud juga mengartikan laamastum selain jima'
Dalam kitab Fathul Mu'in disebutkan beberapa faktor yang membatalkan wudhu. Di antaranya bertemunya dua kulit antara pria dan wanita meskipun tanpa syahwat. Nahdlatul Ulama (NU) yang memakai mazhab Syafi’i dalam fikihnya berpendapat dalam situs resminya, bersentuhan tangan dan kecupan kepada istri bisa membatalkan wudhu. NU mengutip hadis dari yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, "Sentuhan tangan seorang laki-laki terhadap istrinya atau menyentuhnya dengan tangan wajiblah atasnya berwudhu." (HR Malik dan as-Syafii).
Pendapat kedua adalah persentuhan antara suami istri baik disertai atau tidak dengan syahwat tidak membatalkan wudhu. Pendapat ini dianut Imam Hanifah. Menurutnya, hanya persetubuhan yang membatalkan wudhu. Dalilnya pun sama, surat an-Nisa ayat 43. Namun, laamastum di sini ditafsirkan dengan jima' atau persetubuhan.
Syekh Salih bin Muhammad bin Utsaimin berpendapat tidak batal wudhunya suami istri yang bersentuhan bahkan berciuman. Dasarnya adalah hadis dari Aisyah RA. Aisyah RA meriwayatkan, Nabi SAW mencium salah satu istrinya kemudian melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud). Hadis ini diperselisihkan di kalangan ulama mengenai derajatnya. Syekh Nashiruddin al-Albani menshahihkannya. Tidak utuhnya para ulama menerima derajat shahih hadis ini juga menjadi penyebab perbedaan pendapat masalah ini.
Pendapat ketiga dari mazhab Malik dan Hanbali yang menyatakan batalnya wudhu akibat persentuhan yang mengakibatkan birahi, baik terhadap suami istri ataupun selainnya. Ibnu Qudamah lebih menekankan hukum tidak membatalkan, namun jika keluar madzi dan mani maka wudhunya batal.
Sumber: www.rol.co.id
Jika suami istri bisa berpegangan dan bersentuhan lebih bebas, bagaimana jadinya jika salah satu atau keduanya sudah berwudhu? Apakah batal seperti halnya bersentuhan dengan lawan jenis bukan muhrim lainnya?
Secara umum ada tiga pendapat berbeda dalam hal ini. Imam Syafi'i dan ulama dari kalangannya berpendapat bersentuhan kulit tanpa aling-aling, baik itu dengan istri sendiri, bisa membatalkan wudhu. Meskipun ia bersentuhan tanpa syahwat.
Imam Syafi'i, seperti ditulis Ibnu Rusyd berpendapat, bahwa siapa yang menyentuh lawan jenisnya tanpa alat, baik menimbulkan berahi atau tidak, maka batal wudhunya. Di sisi lain, ada riwayat lain menyatakan bahwa dalam hal wudhu, Imam Syafi'i mempersamakan istri dengan semua mahram.
Dasarnya tafsir ayat 43 surat an-Nisa. Dalam penjelasan hal-hal yang membatalkan wudhu, kata laamastum dalam aulaamastum nisaa ditafsirkan oleh Imam Syafi’i dan Imam Nawawi sebagai menyentuh perempuan, bukan bersetubuh dengan perempuan. Abdullah bin Mas'ud juga mengartikan laamastum selain jima'
Dalam kitab Fathul Mu'in disebutkan beberapa faktor yang membatalkan wudhu. Di antaranya bertemunya dua kulit antara pria dan wanita meskipun tanpa syahwat. Nahdlatul Ulama (NU) yang memakai mazhab Syafi’i dalam fikihnya berpendapat dalam situs resminya, bersentuhan tangan dan kecupan kepada istri bisa membatalkan wudhu. NU mengutip hadis dari yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, "Sentuhan tangan seorang laki-laki terhadap istrinya atau menyentuhnya dengan tangan wajiblah atasnya berwudhu." (HR Malik dan as-Syafii).
Pendapat kedua adalah persentuhan antara suami istri baik disertai atau tidak dengan syahwat tidak membatalkan wudhu. Pendapat ini dianut Imam Hanifah. Menurutnya, hanya persetubuhan yang membatalkan wudhu. Dalilnya pun sama, surat an-Nisa ayat 43. Namun, laamastum di sini ditafsirkan dengan jima' atau persetubuhan.
Syekh Salih bin Muhammad bin Utsaimin berpendapat tidak batal wudhunya suami istri yang bersentuhan bahkan berciuman. Dasarnya adalah hadis dari Aisyah RA. Aisyah RA meriwayatkan, Nabi SAW mencium salah satu istrinya kemudian melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud). Hadis ini diperselisihkan di kalangan ulama mengenai derajatnya. Syekh Nashiruddin al-Albani menshahihkannya. Tidak utuhnya para ulama menerima derajat shahih hadis ini juga menjadi penyebab perbedaan pendapat masalah ini.
Pendapat ketiga dari mazhab Malik dan Hanbali yang menyatakan batalnya wudhu akibat persentuhan yang mengakibatkan birahi, baik terhadap suami istri ataupun selainnya. Ibnu Qudamah lebih menekankan hukum tidak membatalkan, namun jika keluar madzi dan mani maka wudhunya batal.
Sumber: www.rol.co.id
Selasa, 11 November 2014
Kisah Perang Khaibar
Khaibar adalah daerah yang ditempati oleh kaum Yahudi setelah diusir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Madinah tatkala mereka melanggar perjanian damai. Di sana mereka menyusun makar untuk melampiaskan dendamnya terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Islam, dan kaum muslimin.
Dendam Yahudi memang telah menumpuk; mulai terusirnya Bani Qainuqa, Bani Nadhir, terbunuhnya dua tokoh mereka, hingga pembantaian terhadap Bani Quraizhah dan sejumlah tokoh mereka yang dibunuh oleh kaum muslimin.
Telah lewat pembahasan bahwa kaum Yahudi adalah penggerak pasukan Ahzab pada Perang Khandaq. Ini berarti kali yang keempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi umat Yahudi agar kita mengetahui bagaimana sejarah hitam umat Yahudi dan dendam mereka yang sangat mendalam terhadap Islam.
Pasukan Berangkat
Pada bulan Muharram tahun ketujuh Hijriah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersama 1400 sahabat yang ikut di Hudaibiyah berangkat menuju Khaibar. Telah kita ketahui bahwa sepulang mereka dari Hudaibiyah Allah menurunkan ayat sebagai janji kemenangan dari-Nya dan perintah untuk memerangi Yahudi di Khaibar dalam firman-Nya:
“Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 20)
Ulama ahli tafsir mengatakan bahwa Allah menjanjikan harta rampasan (ghanimah) yang banyak kepada kaum muslimin, sebagai pendahuluannya adalah harta rampasan yang mereka peroleh pada Perang Khaibar itu. Adapun orang-orang badui atau munafik tatkala mereka mengetahui para sahabat akan menang dan mendapat rampasan perang, maka mereka untuk ikut dalam peperangan tersebut supaya mendapat bagian darighanimah maka Allah berfirman,
“Orang-orang Badui yang tinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, “Biarkan kami, niscaya kami mengikuti kamu.’ Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, ‘Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya.’ Mereka mengatakan, ‘Sebenarnya kamu dengki kepada kami.’ Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.” (QS. Al-Fath: 15)
Demikian itu karena Allah telah mengkhususkan rampasan Perang Khaibar sebagai balasan jihad, kesabaran, dan keikhlasan para sahabat yang ikut di Hudaibiyah saja.
Para sahabat berangkat dengan penuh keyakinan dan besar hati terhadap janji Allah, sekalipun mereka mengetahui bahwa Khaibar merupakan perkampungan Yahudi yang paling kokoh dan kuat dengan benteng berlapis dan persenjataan serta kesiapan perang yang mapan. Mereka berjalan sambil bertakbir dan bertahlil dengan mengangkat suara tinggi hingga Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dan memerintahkan agar merendahkan suara sebab Allah Maha Dekat, bersama kalian, tidak tuli, dan tidak jauh. (Bukhari: 4205)
Sebelum subuh mereka tiba di halaman Khaibar, sedang Yahudi tidak mengetahuinya. Tiba-tiba ketika berangkat ke tempat kerja, mereka (orang-orang Yahudi) dikejutkan dengan keberadaan tentara; maka mereka berkata, “Ini Muhammad bersama pasukan perang.” Mereka kembali masuk ke dalam benteng dalam keadaan takut. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allahu Akbar, binasalah Khaibar. Sesungguhnya jika kami datang di tempat musuh maka hancurlah kaum tersebut.” (Bukhari dan Muslim)
Kaum muslimin menyerang dan mengepung benteng-benteng Yahudi, tetapi sebagian sahabat pembawa bendera perang tidak berhasil menguasai dan mengalahkan mereka hinga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Besok akan kuserahkan bendera perang kepada seseorang yang Allah dan Rasul-Nya mencintai dan dia pun mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memenangkan kaum muslimin lewat tangannya.” Maka para sahabat bergembira dengan kabar ini dan semua berharap agar bendera tersebut akan diserahkan kepadanya, hingga Umar radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku tidak pernah menginginkan kebesaran, kecuali pada Perang Khaibar.”
Pada pagi hari itu para sahabat bergegas untuk berkumpul di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing berharap akan diserahi bendera komando. Akan tetapi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Dimanakah Ali?” Meraka menjawab, “Dia sedang sakit mata, sekarang berada di perkemahannya.” Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Panggillah dia.” Maka mereka memanggilnya. Ali radhiallahu ‘anhu datang dalam keadaan sakit mata (trahom), lalu Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi matanya dan sembuh seketika, seakan-akan tidak pernah merasakan sakit. Beliau menyerahkan bendera perang dan berwasiat kepadanya, “Ajaklah mereka kepada Islam sebelum engkau memerangi mereka. Sebab, demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah seorang di antara mereka lewat tanganmu maka sungguh itu lebih baik bagimu dari pada onta merah (harta bangsa Arab yang paling mewah ketika itu).” (Muslim)
Perang Tanding
Tatkala berlangsung pengepungan benteng-benteng Yahudi, tiba-tiba pahlawan andalan mereka bernama Marhab menantang dan mengajak sahabat untuk perang tanding. Amir bin Akwa radhiallahu ‘anhu melawannya dan beliau terbunuh mati syahid. Lalu Ali radhiallahu ‘anhumelawannya hingga membunuhnya dan menyebabkan runtuhnya mental kaum Yahudi dan sebagai sebab kekalahan mereka.
Benteng Khaibar terdiri dari tiga lapis, dan masing-masing terdiri atas tiga benteng. Kaum muslimin memerangi dan menguasai benteng demi benteng. Setiap kali Yahudi kalah dari pertahanan pada satu benteng, mereka berlindung dan berperang dalam benteng lainnya hingga kemenagan mutlak berada di tangan kaum muslimin.
Korban Perang
Dalam peperangan ini terbunuh dari kaum Yahudi puluhan orang, sedang wanita dan anak-anak ditawan. Termasuk dalam tawanan adalah Shofiyah binti Huyai yang jatuh di tangan Dihyah al-Kalbi lalu dibeli oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam darinya. Beliau mengajaknya masuk Islam lalu menikahinya dengan mahar memerdekakannya. Adapun yang mati syahid dari kaum muslimin sebanyak belasan orang.
Di antara yang mati syahid adalah seorang badui yang datang dan masuk Islam dan memohon kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam untuk hijrah dan tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperoleh rampasan Perang Khaibar maka beliau memberinya bagian, tetapi dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku mengikutimu bukan untuk tujuan ini, melainkan agar aku terkena panah di sini (sambil memberi isyarat pada lehernya) sehingga aku masuk surga.” Maka Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Jika kamu jujur kepada Allah maka pasti Allah buktikan.” Tidak lama kemudian jenazahnya dibawa kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan terluka pada tempat yang dia isyaratkan sebelumnya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Orang ini jujur kepada Allah. Oleh karenanya, Allah memenuhi niatnya yang baik.” Lalu beliau mengafaninya dan memakamkannya. (MushonnafAbdurrozaq dengan sanad yang baik, 5:276)
Daging Beracun
Kaum Yahudi tidak pernah dan tidak akan berhenti dari makar buruk terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamdan Islam karena tabiat mereka, sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam Alquran:
“Mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak.” (QS. Ali Imron: 112)
Tatkala mereka kalah dari Perang Khaibar dan beberapa kali upaya untuk membunuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gagal, maka mereka bermaksud untuk membunuh beliau dengan siasat baru. Seorang wanita Yahudi berperan besar dalam makar buruk ini, yaitu memberi hadiah berupa menyuguhkan hidangan daging kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyisipkan racun yang banyak padanya.
Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan, daging tersebut mengabari beliau bahwa ia beracun. Maka beliau memuntahkannya. Ini merupakan mukjizat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih mulia daripada mukjizat Nabi Sulaiman ‘alaihissalam yang memahami bahasa semut sebab ia makhluk hidup yang bernyawa memiiki mulut untuk berbicara, sedangkan sepotong daging tersebut sebagai makhluk yang mati bahkan telah matang dipanggang dengan api.
Adapun Bisri bin Baru radhiallahu ‘anhu, yang ikut makan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, meninggal dunia karena racun tersebut. Sebab itu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam membunuh wanita ini sebagai qishosh.
Perdamaian
Setelah umat Yahudi kalah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bermaksud untuk mengusir mereka dari Khaibar. Akan tetapi mereka memohon kepada beliau agar membiarkan mereka mengurusi pertanian dengan perjanjian bagi hasil, maka Rasulullah menerima permohonan itu dengan syarat kapan saja beliau menghendaki maka beliau berhak untuk mengusir mereka. Hingga akhirnya mereka diusir oleh Umar bin Khaththab di zaman kekhalifahannya setelah beberapa kali mereka berbuat kejahatan terhadap kaum muslimin.
Pembagian Rampasan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membagi rampasan perang kepada sahabat yang ikut perang yang berjumlah 1400 orang. Namun, seusai perang ini para rombongan Muhajirin berjumlah 53 orang dari Habasyah yang dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu datang dan bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Khaibar. Beliau sangat gembira dengan kedatangan mereka. Beliau merangkul Ja’far radhiallahu ‘anhu serta menciumnya seraya bersabda, “Aku tidak mengetahui apakah aku bergembira karena menang dari Khaibar ataukah karena kedatangan rombongan Ja’far.” (Shahih Abu Dawud: 5220)
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi mereka bagian dari rampasan perang. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberi bagian kepada Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dan beberapa orang dari suku Daus yang baru datang dalam keadaan Islam. Semua ini beliau lakukan dengan izin dan keikhlasan dari sahabat yang ikut Perang Khaibar dan karena mereka ini terhalang oleh udzur, jika tidak maka pasti mereka akan ikut berperang.
Bahaya Ghulul
Ghulul adalah mengambil rampasan perang sebelum dibagi. Mid’am, seorang pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, meninggal dunia akibat terkena panah. Maka sahabat mengatakan, “Alangkah nikmat, baginya surga.” Namun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidak, demi Allah, sesungguhnya pakaian yang diambilnya dari rampasan Khaibar sebelum dibagi menjadi bahan bakar api neraka.” Mendengar ini, ada seseorang yang datang mengaku, “Ini satu atau dua tali sandal aku peroleh sendiri.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Itu termasuk neraka.” (Bukhari dan Muslim)
Yahudi Fadak
Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengauasai dan mengalahkan Khaibar maka Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati orang-orang Yahudi di Fadak –sebelah utara Khaibar-, mereka segera mengirim utusan kepada Rasulullah untuk perjanjian damai dengan menyerahkan separuh bumi Fadak kepadanya. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam menerima tawaran tersebut dan beliau khususkan untuk dirinya sebab ia termasuk rampasan perang (fa’i) yang diperoleh tanpa perang (pertempuran).
Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi Yahudi di Wadi Quro hingga mereka menyerah dan kalah. Mengetahui hal ini, Yahudi Taima’ juga segera berdamai dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membayar jizyah (upeti, red.)
Pelajaran
- Dalam peperangan Khaibar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharamkan makan daging keledai piaraan.
- Tampak mukjizat kenabian seperti Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi mata Aliradhiallahu ‘anhu lalu sembuh, daging yang mengabari beliau bahwa ia mengandung racun, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam meniup tiga kali pada bekas pukulan pedang yang mengenai lutut Salah bin Akwa radhiallahu ‘anhu lalu dia tidak kesakitan setelah itu.
- Boleh berdamai dengan Yahudi dalam waktu yang ditentukan dan boleh memerangi orang kafir pada bulan haram. Lihat Sirah Nabawiiyyah karya Dr. Mahdi Rizqulloh Ahmad: 479-492.
Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 1 Tahun Kesebelas 1432 H
http://kisahmuslim.com/kisah-perang-khaibar/
Langganan:
Postingan (Atom)




