Minggu, 08 Maret 2020

Mendoakan Orang yang Bersin


Kitab As-Salam

بَابُ اِسْتِحْبَابِ تَشْمِيْتِ العَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللهَ تَعَالَى وَكَرَاهَةَ تَشْمِيْتِهِ إِذَا لَمْ يَحْمِدِ اللهَ تَعَالَى وَبَيَانِ آدَابِ التَّشْمِيْتِ وَالعَطَاسِ وَالتَّثَاؤُبِ

Bab 142. Bab Sunnahnya Mendoakan Orang yang Bersin Apabila Ia Memuji Allah dan Makruh Mendoakannya Jika Ia Tidak Memuji Allah, serta Penjelasan Adab-Adab Mendoakan, Bersin, dan Menguap

 

Hadits #878

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إَنَّ اللهَ يُحِبُّ العُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللهَ تَعَالَى كَانَ حَقّاً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإذَا تَثَاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإنَّ أحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka, apabila salah seorang di antara kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap orang muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan, ‘YARHAMUKALLAH (artinya: semoga Allah merahmatimu)’.”

Adapun menguap, maka itu adalah dari setan. Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin. Karena, jika salah seorang di antara kalian menguap maka setan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6223]

 

Faedah Hadits

  1. Allah menyukai bersin dan membenci menguap.
  2. Allah memiliki sifat cinta (al-mahabbah) dan sifat benci (al-karah).
  3. Disunnahkan bersegera mengucapkan YARHAMUKALLAH ketika mendengar orang yang bersin mengucapkan ALHAMDULILLAH.
  4. Mengucapkan YARHAMUKALLAH berlaku jika mendengar orang bersin dan mendengarnya mengucapkan ALHAMDULILLAH. Jika tidak mendengar ia bersin dan tidak pula mengucapkan ALHAMDULILLAH, maka tidak perlu mengucapkan YARHAMUKALLAH.
  5. Setiap yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah (mengucapkan ALHAMDULILLAH), maka hendaklah mengucapkan YARHAMUKALLAH, hukumnya fardhu ‘ain—menurut Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly dalam Bahjah An-Nazhirin–.
  6. Setan menguasai manusia ketika ia menguap, akhirnya ia malas dalam ibadah dan tidak semangat.
  7. Setiap menguap itu dari setan, maka hendaklah menguap ditahan semampunya.
  8. Setan punya sifat tertawa, di antaranya ketika melihat ada yang menguap.

 

Hadits #879

وَعَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إِذَا عَطَسَ أحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : الحَمْدُ للهِ ، وَلْيَقُلْ لَهُ أخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ . فَإذَا قَالَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ ، فَليَقُلْ : يَهْدِيكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan, ‘ALHAMDULILLAH (artinya: segala puji bagi Allah)’. Dan hendaklah saudaranya atau rekannya mengucapkan untuknya, ‘YARHAMUKALLAH (artinya: Semoga Allah merahmatimu)’. Maka apabila ia telah mengucapkan semoga Allah merahmatimu, hendaklah yang bersin mengucapkan, ‘YAHDIKUMULLAH WA YUSH-LIH BAALAKUM (artinya: Semoga Allah memberi kalian hidayah dan membaguskan keadaan kalian)’.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6224]

 

Faedah Hadits

  1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan pada umat perihal bersin dan bagaimana menjawabnya.
  2. Hadits ini menunjukkan besarnya nikmat Allah bagi orang yang bersin, dan ada kebaikan di dalamnya.
  3. Nikmat Allah diberikan lewat bersin, karena ada mudarat yang dihilangkan saat itu.
  4. Bersin menunjukkan karunia Allah pada hamba sehingga dianjurkan membaca ALHAMDULILLAH saat itu.
  5. Doa kebaikan dibalas pada orang yang memulai mendoakan kita kebaikan.
  6. Doa yang diajarkan saat bersin (yaitu YARHAMUKALLAH) berisi permintaan rahmat dan taubat atas dosa lalu dianjurkan untuk menjawabnya pula.

 

Hadits #880

وَعَنْ أَبِي مُوْسَى – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( إِذَا عَطَسَ أحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتُوهُ، فَإنْ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ فَلاَ تُشَمِّتُوهُ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bersin lalu memuji Allah, maka hendaklah kalian mendoakannya (ucapkan YARHAMUKALLAH). Namun, jika ia tidak memuji Allah, maka janganlah kalian mendoakannya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 54/2992]

 

Faedah Hadits

Hadits ini jadi dalil disyariatkannya mengucapkan YARHAMUKALLAH jika ada yang mengucapkan ALHAMDULILLAH saat bersin. Hadits ini juga berisi larangan tidak perlu mengucapkan YARHAMUKALLAH jika tidak diucapkan ALHAMDULILLAH.

 



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/23458-adab-ketika-bersin-dan-menguap.html

Senin, 19 November 2018

Jumat, 25 Agustus 2017

DAFTAR SEMENTARA CALON PENGURBAN DUSUN BRANTI

*DAFTAR CALON PENGORBAN DUSUN BRANTI*

Sapi :
1. Ibu Puji kandangan
2. Ibu Superyanti
3. Sdri. Intan Ulantari
4. Ibu Hana Pratiwi
5.bp. Amirudin
6. Bp. Muta'alim
7.Ibu.Alfu'ah

Sapi :  2

1. Ibu Marsiti
2.bp. Azhuri

Kambing :

Rt 01 :
1. Bp. Kunzaefah
2. Ibu  Mutini
3. Bp. Sukur
4. Bp. Khairudin
5. Ibu  Istiyati
6.Bp. Wahno
7. Bp. Amin wastoni
8. Bp. Muhani

Rt 02 :
1. Bp. Ismahya Edi
2. Abu Furqon
3. Bp. Iwan Puji S
4.bp. Suyuti
5.mb. Novi
6. Ibu Sugiyarti
7. Eko Wahyudi
8. Sakbani' ( mb. Miyah )
9. Nahwiyah
10. Saridah
11. Maesaroh
12. Bp. Mukharom


Rt 03 :b
1. Bp. Sariyanto
2.bp. Marbudi
3.Ibu Rubiyati
4.bp. mulyani


Jumlah:
Sapi : 1 ekor + 2 orang
Kambing: 22 orang

Monggo sinten malih


Jumat, 14 Juli 2017

Pernyataan Sikap Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) terkait PERPPU No 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan

DSKS Tolak Perppu No 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan

Setelah membaca dan mencermati Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) No 2 tahun 2017 tanggal 10 Juli 2017, dengan ini kami dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyatakan MENOLAK PERPPU tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Bahwa semua penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) harus mengacu pada ukuran objektif penerbitan PERPPU oleh Mahkamah Konstitusi (MK), sebagaimana dalam Putusan MK Nomor 138/PUU-VII/2009. Berdasarkan Putusan MK tersebut,
ada tiga syarat sebagai parameter adanya *“kegentingan yang memaksa”* bagi Presiden untuk menetapkan PERPPU, yaitu:
i. Adanya keadaan yaitu kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan Undang-Undang;
ii. Undang-Undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum, atau ada Undang-Undang tetapi tidak memadai
iii. Kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat Undang-Undang secara prosedur biasa karena akan memerlukan waktu yang cukup lama sedangkan keadaan yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan;

Hingga saat ini belum ada situasi yang memaksa dan mendesak sebagaimana ketiga indikator tersebut.

2. Bahwa Pembubaran Ormas lebih tepat melalui proses hukum di Pengadilan.
Dalam PERPPU ini pembubaran ormas dilakukan oleh pemerintah setelah adanya tahapan pemberitahuan Surat Peringatan (SP) sekali saja, lalu penghentian kegiatan ormas dan pencabutan status badan hukum ormas sekaligus dinyatakan bubar (pasal 62 dan 80A)

3. Bahwa negara menjamin hak warga negara untuk berserikat dan berkumpul dalam menyampaikan pendapatnya baik lesan atau tulisan sebagaimana amanat dari UUD 1945 pasal 28 E dan Undang-Undang HAM no 39 tahun 1999 pasal 24

4. Bahwa Perppu ini  memuat juga tentang pidana, yang tercantum dalam BAB XVIIA, disebutkan bahwa anggota dan pengurus ormas melanggar Perppu ini bisa dipenjara serendah rendahnya 6 bulan dan setinggi-tingginya hukuman seumur hidup.

Untuk itu kami meminta:
1. Kepada Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo, Sebaiknya pemberlakuan Perppu ini ditunda dulu atau hindarkan adanya korban pembubaran ormas  yang kritis atau mengecewakan terhadap pemerintah. Kecuali memberlakukan terhadap ormas atau kelompok yang telah nyata nyata bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 seperti gerakan separatis, ormas yang berpahan atheis dan komunis sebagaimana pasal 59 ayat 4 b dan c
2. Kepada Ketua dan Anggota DPR RI agar MENOLAK PERPPU ini menjadi Undang- Undang
3. Mengingatkan pemerintah bahwa penguasa menjalankan amanah rakyat akan dimintai pertanggungan jawab di hadapan Allah di hari tidak ada penguasa kecuali Allah SWT, supaya tidak menggunakan kewenangan untuk melakukan kedhaliman.

Surakarta, 14 Juli 2017
Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)
Ketua
Dr. Muinnudinnillah Basri, MA
Sekretaris
Suwondo, SE

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=511157695942519&id=100011448781374


Kamis, 13 April 2017

Kisah Rikhul Ahmar, Kisah Tak Jelas Sumbernya

Setakat pencarian selama ini saya tak jumpa lagi dalam kitab-kitab hadith atau tafsir berkenaan Angin Ahmar.

Dakwaan bahawa ia muncul di zaman Nabi Sulaiman dan tak dapat diatasi oleh beliau serta kisah2 lain juga tak dapat dikesan sumbernya. Kemudian cerita itu menyebut bahawa Nabi kita  diajar doa ini juga tak diketahui asal-usulnya.

Matan kisahnya dari website Arab:




دعاء الريح الحمراء -

قيل أن سليمان ابن داود عليه السلام مر ببلد من البلدان والجن عن يمينه والإنس عن شماله والطيور عاكفة على رأسه والشياطين بين يديه وإذا هو يرى خلقة هائلة والنار تخرج منها يميناً وشمالاً ففر منها سليمان فلما قرب منها قال لها سألتك بالله أيتها الخلقة من تكونين وأي شيء أنت؟ فقالت يا نبي الله أنا الريح الحمراء وأنا علة من العلل ومرض من الأمراض خلقني الله فإذا أراد أن يعذب أحداً من خلقه أرسلني إليه ويسلطني عليه فإذا دخلت دماغ أحد خنقته وإذا دخلت عين أعميتها وإذا دخلت منخراً أظهرت فيه علة الناسور ثم إذا نزلت إلى حلقه أحدث الصداع والشقيقة والظربان وأقتله من الوجع وإذا دخلت صدراً أدخل فيه اليرقان والسلال والوسواس وريح المفاصل والدم والفالج ووجع الطحال وصيرت الوجع في السر وإذا دخلت في النساء قطعت الحمل منها وأيبستها اللبن وأظهر البرص والرطوبة والبلغم والجذام والدمامل وإذا دخلت عروقاً وعصباً قطعتها ولا أبرح حتى أقتله فلما سمع منها نبي الله سليمان لم يتمالك نفسه ولم يبق له صبر ولا طاقة فقال لجلسائه أقتلوها فنطق الشخص وقال يا نبي الله لم يقدر أحد أن يقتلني فقال سليمان ولا قوة فقال لا يقدر أحد أن يقتلني لأن الله أخرني إلى يوم القيامة.


ثم إن الشخص غاب عن سليمان وكان في مجلسه إلى زمن نبينا محمد (ص) فمن القضاء والقدر أن الحسن بن علي (ع) جاءه وجع في جوفه وضياء الدم فلما سمع النبي (ص) وضاق صدره عليه فقال أعيذك بالله السميع العليم فنزل جبرائيل عليه وسلم على النبي (ص)، فقال يا نبي الله أن شكايته من الريح الأحمر وما له من دواء أو علاج فغاب جبرائيل ساعة ثم نزل وقال يا محمد ربك يقرئك السلام وقد أهدى إليك هدية وهو هذا الدعاء المستجاب فمن قرأه في عمره ولو مرة امن من البلاء يعني "الريح الأحمر" ثم قرأها النبي (ص) على الحسن (ع) فعافى الله الحسن (ع) وكأن لم يكن بالحسن شيء ... فقال النبي (ص) لأصحابه تعلموا هذا الدعاء وعلموا المؤمنين يحملونه فأنه أمان البلاد ومن لم يعلم قراءته فليمله ويكتبه في أناء نظيف ويمحو بماء ويشربه فأنه يبرأ بإذن الله ومن حمله أمن من الريح الأحمر والبلاء والأسقام والعلل في جسده وجميع أعضاءه ومن جميع الأعداء والحساد وجميع الريح الجارية في المفاصل. والدعاء هو:

- بسم الله الرحمن الرحيم -

بسم الله وحده بسم الله وبالله والحمد لله ولا إله إلا الله ولا إله إلا الله والله أكبر عز ولطف مما أخاف وأحذر، الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. بسم الله الشافي بسم الله المعافي بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء وهو السميع العليم العزيز الحكيم ومُنزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا خسارا ... اللهم أنت الشافي وأعوذ بك من شر ما قضيت يا ذا الجلال والإكرام يا من له الملك والملكوت والعظمة والجبروت سبحانك ما أعظم شانك لمن فكر في قدرتك يعملون بأمرك يا فاطر السماوات والأرض ملجأ الملهوفين وراحم المساكين يا ذا العظمة والرأفة والإحسان يا حنان يا منان يا قاهر لا يقهر يا من يجير ولا يجار عليه أعوذ بك من عذاب الأبدان ومن تواتر الامتحان وأعوذ بك من ريح الأحمر ومن ألم الأكبر ومن تواتر الامتحان في التنفس وفي الروح والدم والجلد والعروق والعصب ... سبحانك إذا قضيت شيئاً تقول له كن فيكون.

الله أكبر يا بر يا غني يا نور يا نافع يا غياث يا مغيث يا جبار يا قهار يا باسط يا مقسط يا قائماً بالقسط يا صريخ المستصرخين يا شاكر يا غافر يا معين يا رؤفاً بالعباد يا ناصر يا مقتدر يا باهياً يا شراهياً يا عظيم الشأن يا عالم ما كان يا خالق الإنسان ومنزل القرآن يا حي يا قيوم يا قائم على كل نفس بما كسبت يا عون من لا عون له يا راحم المساكين يا ولي المؤمنين يا مكور الليل على النهار ويا مكور النهار على الليل يا قاهر الشياطين يا نعم المولى ونعم النصير يا راحم الطفل الصغير يا قابل الشيخ الكبير يا خير الوارثين يا مالك يوم الدين اكفنا شر ما كان وما يكون و أحفظنا بحفظك واحرسنا بعينك التي لا تنام واكفنا ريح الأسقام والأمراض وجميع العلل والحيل والجذام والأوجاع والكسل.

اللهم اكفنا الداء الكبير والريح الأحمر واليرقان والآفات والوسواس وكل الوحوش واكفنا شر الهوام والقيام وشر الشياطين السخط والظلام والزلازل والوباء والظلام وشر الأعداء اللهم أكفنا شر الأشرار وكيد الكائدين وطوارق الليل والنهار إلا طارقاً يطرق بخير يا رحمن يا رحيم أعوذ بك من شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم ولا حول ولا قوة إلا بالله وصلى الله على نبينا محمد وآله الطاهرين لا إله إلا الله محمد رسول الله (ص) ألجئت ظهري وأسلمت أمري إلى الله إن الله بصيراً بالعباد يا الله اكفي حامل كتابي ومن قرأه من شر الأوجاع كلها برحمتك يا أرحم الراحمين











Fatwa Lajnah Daa'imah bahawa tidak ada dalil untuk angin ahmar:



الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده ، وبعد :
فقد اطلعت اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء على ما ورد إلى سماحة المفتي العام ، من المستفتي عبد الله بن سرهيد الفداع ، رئيس هيئة الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر بحائل ، والمحال إلى اللجنة من الأمانة العامة لهيئة كبار العلماء برقم (3277) وتاريخ 18 / 6 / 1420 هـ وقد سأل المستفتي سؤالا هذا نصه :
برفقه مجموعة من الأوراق تحمل بين طياتها بعض الآيات القرآنية والأدعية والتعويذات . . إلخ وقد عنونت في (الحرز الأكبر لمولانا الشيخ محمد إبراهيم عبد الباعث) وهذه الورقات يتداولها الكثير من غير السعوديين ، على مختلف المستويات في بعض
(الجزء رقم : 24، الصفحة رقم: 279)
المستشفيات ونحوها ، ونأمل تكرم سماحتكم ببيان ما في هذه الأوراق من مخالفات عقائدية ونحوها ليتسنى لنا تعميمها والتحذير منها على بصيرة من أمرنا .
وبعد دراسة اللجنة للاستفتاء أجابت :
بعد النظر في الأوراق المذكورة تبين أن فيها مخالفات شرعية كثيرة ، لا يجوز إقرارها ولا توزيعها بين الناس ؛ لأنها تشتمل على بدع وشركيات وألفاظ غريبة ، فمن ذلك :
قوله : (ثم تقول بصوت دون صوتك بتلاوة القرآن ، ثم تقول بصوت خفيظ) وتحديد الصوت بهذه الكيفية لا دليل عليه .
في قوله في الاستعاذة من شر المخلوقات ومن الريح الأحمر ، وتحديد هذا النوع من الريح لا دليل عليه ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم استعاذ من شر الريح مطلقا .
قوله في الاستعاذة من شر الظلمة : وخاتم سليمان بين أكتافهم ، والاستعاذة بالمخلوق من خاتم سليمان وغيره شرك .
قوله : (حم سبع مرات ، حم عسق يغلبون ، حم 7 مرات حم الأمر) وهذه الصيغة من الدعاء لا دليل عليها .
قوله : (ستر العرش مسبول علينا) وهذا ابتداع في الدعاء ، فلو قال : (ستر الله) بدل ذلك كان هذا هو الصواب .
(الجزء رقم : 24، الصفحة رقم: 280)

......................

يحصل لمن قال ما فيها من الأذكار ، بوعود لا دليل عليها من الكتاب والسنة ، وغرضه من ذلك الترغيب بالتعلق بها ونشرها بين الناس ، وعليه فالواجب منع نشر هذه الأوراق وما شابهها من النشرات المشبوهة التي يقصد مروجوها تغيير عقيدة التوحيد والتعلق بالخرافات والبدع والأوهام .
كما أن الواجب إتلاف ما وجد منها بأيدي الناس ، ومعاقبة من يعمل على نشرها وترويجها ؛ حماية لعقيدة التوحيد مما يخل بها وحماية للمسلمين من إفساد عقائدهم وتضليل أفهامهم .
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... عضو ... الرئيس
بكر أبو زيد ... صالح الفوزان ... عبد الله بن غديان ... عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ





Kesimpulan setakat ini :

Tak perlu beramal dengan doa ini. Cukuplah begitu banyak doa dan amalan ma'thuur yang sahih dari Nabi  dalam isu sakit dan penyakit.

WAllahua'lam