Kamis, 28 Oktober 2021

Generasi Pemakmur Masjid, Generasi Pengemban Risalah

Dan sesungguhnya kalau kita simak dan cermati dalam Al-Qur'an Al-Karim, satu-satunya barangkali cita-cita yang ditanamkan oleh seorang ibu kepada anaknya yang didalam kandungan adalah cita-cita menjadi takmir masjid.

"(ingatlah) ketika istri imron berkata, 'ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
Q.S Ali Imron : 35

ingatlah ketika istri Imron berkata, "Duhai Rabbku, Penciptaku, Pemeliharaku, sesungguhnya aku nazarkan bayi yang ada dalam kandunganku ini untuk menjadi seseorang yang hanya bertugas beribadah kepadamu dan melayani orang yang beribadah kepada-Mu di Masjidl Aqsa."

jadi, kalau ada ibu punya anak dalam kandungan dan dia sudah menazarkan anaknya untuk cita-cita, satu-satunya yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah cita-cita menjadi TAKMIR MASJID. Inilah yang dilakukan oleh istri Imron kepada bayinya, yang nantinya ternyata lahirnya perempuan.

Disebutkan bahwa "Tidaklah laki-laki dan perempuan itu sama". Karena yang lahir perempuan, istri Imron pun berkata, "Ya Allah, kok saya melahirkannya perempuan. Padahal sudah saya niatkan menjadi takmir masjid." Tetapi Allah telah menerima nazar itu dengan pengabulan yang baik. Maka, dengan dibimbing oleh Nabi Zakariya a.s yang ditujukan sebagai walinya sesudah wafatnya sang ayah Imron, Maryam tumbuh menjadi pemakmur masjid.

Apa jaminan Allah bagi kita yang membaktikan diri menjadi seorang pemakmur masjid? Seorang Nabi pun sampai takjub melihatnya. Jaminan Allah kepada seorang pemakmur masjid adalah setiap kali Nabi Zakariya masuk mihrab tempat Maryam beribadah, dia mendapati di sisi Maryam ada rezeki. Lalu Nabi Zakariya bertanya "Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?"

Maryam pun menjawab, "Ini dari Allah" (Q.S Ali Imron : 37)

Jadi mari sejenak hari ini kita deklarasikan pekerjaan utama kita adalah tekmir masjid. jadi bupati sambilan, jadi direktur BUMN sambilan, jadi pemilik toko sambilan, jadi direktur perusahaan swasta sambilan, jadi dokter sambilan, jadi insinyur sambilan, jadi arsitek sambilan, semua bahkan kalau mungkin jadi presiden sambilan. Karena, PEKERJAAN UTAMA KITA ADALAH TAKMIR MASJID.

Kalau pekerjaan utama kita takmir masjid maka siapa yang menggaji?? Allah. lha  wong bekerja untuk orang saja dibayar, masak kerja untuk Gusti Allah tidak dibayar? tidak mungkin semacam ini terjadi.

Jadi inilah yang kita bangun dalam memakmurkan masjid ; menganggap pemakmuran masjid adalah pekerjaan kita yang paling berharga. Sumber daya tenaga, pikiran, harta dan apapun yang kita punya layak dan sangat patut untuk dikerahkan dan dikorbankan dalam hal ini. 

Ust Salim A Fillah dalam buku Strategi Memakmurkan Masjid.

SUMPAH PEMUDA
28 Oktober 2021
PEMUDA, MASJID, PERGERAKAN, PERADABAN.

Rabu, 30 Desember 2020

Fardhu, Sunah dan Pembatal Tayamum

وفرائضه أربعة أشياء: النية ومسح الوجه ومسح اليدين مع المرفقين والترتيب.

Fardhu/rukun atau tatacara tayammum ada 4 (empat) yaitu (a) niat, (b) mengusap wajah, (c) mengusap kedua tangan sampai siku, (d) tertib (urut).

وسننه ثلاثة أشياء: التسمية وتقديم اليمنى على اليسرى والمولاة.
Sunnahnya tayammum ada 3 (tiga) yaitu: (a) Membaca bismillah, (b) mendahulukan yang kanan dari yang kiri, (c) bersegera.

Kamis, 02 Juli 2020

Yuk Nguntit Cuitan Penuh Hikmah Dari Utama, Syaikh Said Al Ghomidi

Rabu, 01 Juli 2020

Tebarkan Salam

Kajian Hadits Nomor 378

«378» وعنه قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لاَ تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أوَلا أدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أفْشُوا السَّلامَ بينكم)). رواه مسلم.
فيه: الحث على إفشاء السلام، وبذله لكل مسلم عرفته أو لم تعرفه، وفي إفشائه أُلفة المسلمين بعضهم لبعض، وإظهار شعارهم مع ما فيه من التواضع. 

Dadi Abu Hurairah juga, Rasulullah bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku diatanganNya, Tidaklah kamu akun masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam. 

Intisari: 
Perintah menyebarkan salam dan saling mencintai sesama. 

Kajian Kitab Riyadhus Solihin, setiap Malam Kamis Bakda Maghrib di Masjid Al Ihlas Branti

Minggu, 07 Juni 2020

Ini Mazhab yang Diikuti Imam Al-Bukhari


SERINGKALI orang salah persepsi dalam memandang mazhab fiqih. Seolah mazhab-mazhab itu pecahan umat untuk saling bertentangan dalam segala hal. Padahal sesungguhnya munculnya mazhab itu boleh dibilang justru sebagai sarana untuk memudahkan umat dalam memahami nash-nash syariah. Sebab tidak semua orang mampu menarik kesimpulan hukum. Tidak semua orang mampu untuk berijtihad sesuai dengan kaidahnya.

Jangan dikira bahwa mazhab itu hanya untuk orang-orang awam saja, bahkan para ulama besar pun juga bermazhab. Di dalam kitab Al-Imam Asy-Syafi'i bainal mazhabaihil Qadim wal Jadid, Dr. Nahrawi Abdussalam menuliskan bahwa di antara para pengikut mazhab Syafi'i adalah Al-Imam Al-Bukhari, seorang tokoh ahli hadits yang kitabnya tershahih di dunia setelah Alquran.

Al-Bukhari memang tokoh ahli hadits dan paling kritis dalam menyeleksi hadits. Namun beliau bukan ahli ijtihad yang mengistimbath hukum sendiri sampai setingkat mujtahid mutlak. Dalam masalah menarik kesimpulan hukum, beliau menggunakan metodologi yang digunakan dalam mazhab Syafi'i. Dengan demikian beliau adalah salah satu ulama besar yang bermazhab, yaitu mazhab Syafi'i.

Ada juga di antara murid mazhab As-Syafi'i yang kemudian naik derajatnya sampai mampu menciptakan metodologi istimbath sendiri, sehingga beliau kemudian mendirikan sendiri mazhabnya, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal. Marahkah As-Syafi'i mengetahui muridnya mendirikan mazhab sendiri? Beliau berkomentar, "Aku tinggalkan Baghdad dan tidak ada orang yang lebih faqih dari Imam Ahmad bin Hanbal."


Kalau saja jumlah nash-nash syariah itu hanya 6.000-an ayat Quran plus 5.000-an hadits shahih Bukhari, tentu saja mudah sekali buat setiap orang untuk beragama. Tetapi ketahuilah bahwa bahwa nash-nash syariat jauh lebih banyak dari semua itu. Alquran memang hanya 6.000-an ayat saja, tapi bagaimana dengan hadits nabawi? Apakah hadits itu hanya shahih bila Bukhari saja yang mengatakannya? Tentu saja tidak, sebab imam Bukhari itu hanya satu dari sekian ratus atau sekian ribu muhaddits yang ada di dunia ini. Salah besar bila kita beranggapan hanya hadits Bukhari saja yang benar dan semua hadits selain yang terdapat dalam kitab shahihnya harus ditolak.

Ini baru dari sisi jumlah sumber nash syariah, padahal masalah hukum agama ini tidak semata-mata ditentukan oleh nash-nash saja, namun lebih jauh dari itu, setiap nash itu masih harus diteliti kekuatan derajatnya, lalu dikomparasikan antara satu dengan lainnya.


Sumber: inilah.com

Minggu, 24 Mei 2020

Hadiah kejujuran di Hari Lebaran


Menikmati kejujuran lebih menyenangkan daripada menikmati kue di atas meja. Lebih seger dari jus buah ataupun sirup yang terhidang. Kejujuran sedap daripada aroma masakan.


Hiasi diri dengan kejujuran karena ia lebih indah dari baju baru yang dipakai saat lebaran. Kejujuran akan lebih disukai manusia daripada hiasan permata.

"Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukkan kepada surga".

Jumat, 22 Mei 2020

Keutamaan Haq Anak


Hadits hadits tentang Hak hak anak sangat banyak sekali. Diantaranya adalah: 

1. Tiada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama daripada adab yang baik. 

2. Mengajari adab orang tua kepada anaknya lebih baik daripada sedekah satu sha'. 

3. Mulyakanlah anak anakmu, dan ajarkanlah adab kepada mereka.

4. Memandang wajah anak dengan rasa syukur, seperti memandang wajah Nabi.

5. Mulyakanlah anak anak kalian, sesungguhnya memulyakan anak.itu bisa menjadi penghalang dari neraka.

6. Anak adalah penjaga dari neraka bagi orang tuanya. Dan makan bersama mereka adalah pelepas dari neraka. Kemulyaan mereka bisa mejadi lantaran kita bisa melewati sirat. 

7. Mulyakanlah anak anak kalian.sesungguhnya barang siapa yang memulyakan anak anaknya maka Allah akan memulyakannya di surga. 

8. Sesungguhnya disurga ada tempat.yang bernama Darul Farah (Rumah Kebahagiaan), tidak akan memasukinya kecuali orang yang bahagia mencintai anak anak.

Dinukilkan dari Lubabul Hadits karya As Suyuti. 

Minggu, 17 Mei 2020

DO’A UNTUK ORANG YANG MEMBAYAR ZAKAT

 Oleh Syaikh as-Sayyid Sabiq

 Dianjurkan untuk mendo’akan orang yang membayar zakat, ketika mengambil zakat darinya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

 خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’amu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.” [At-Taubah/9: 103] 

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu anhuma:

 أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُتِيَ بِصَدَقَةٍ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ. وَإِنَّ أَبِي أَتَاهُ بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى.

“Jika sedekah (zakat) dibawa ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pun berdo’a (yang artinya), ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada mereka.’ Ayahku pernah membawa sedekah (zakat)nya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a, ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa.’” [1] 

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan selainnya. Diriwayatkan oleh an-Nasa-i, dari Wa-il bin Hujr Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdo’a untuk seseorang yang memberikan unta yang bagus sebagai pembayaran zakat: 

اَللّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ، وَفِي إِبِلِهِ.

‘Ya Allah, berikanlah keberkahan untuk dirinya dan unta-untanya.’” [2] 

Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Sunnah hukumnya bagi seorang Imam -ketika mengambil zakat- untuk berdo’a bagi orang yang membayar zakat, dengan mengucapkan:

 آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ

 ‘Semoga Allah memberikan ganjaran atas apa yang engkau berikan dan memberikan keberkahan atas apa yang engkau sisakan.’” [3] 

[Disalin dari kitab Fiqhus Sunnah, Kitaab az-Zakaah, Penulis Syaikh as-Sayyid Sabiq, Edisi Indonesia Panduan Zakat Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, Penerjemah, Beni Sarbeni, Edit Isi Adni Kurniawan, Lc. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]


Sumber: Al Manhaj.or.id 

Kamis, 09 April 2020

Memohon Perlindungan Dari Setan

*Tafsir Muyasar*

Ta 'awudz

(أعوذ بالله من الشيطان الرجسم)
شرع الله تعالى لكل قارئ للقرآن العظيم، أن يستعيذ بالله من الشيطان الرجيم، قال سبحانه: {فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ} ؛ ذلك لأن القرآن الكريم هداية للناس وشفاء لما في الصدور، والشيطان سبب الشرور والضلالات، فأمر الله سبحانه كل قارئ للقرآن أن يتحصن به سبحانه من الشيطان الرجيم، ووساوسه، وحزبه.
وأجمع العلماء على أن الاستعاذة ليست من القرآن الكريم، ولهذا لم تكتب في المصاحف.
ومعنى «أعوذ بالله» : أستجير، وأتحصن بالله وحده.
«من الشيطان» أي: من كل عاتٍ متمرِّد من الجن والإنس، يصرفني عن طاعة ربي، وتلاوة كتابه.
«الرجيمِ» أي: المطرود من رحمة الله.

Minggu, 08 Maret 2020

Mendoakan Orang yang Bersin


Kitab As-Salam

بَابُ اِسْتِحْبَابِ تَشْمِيْتِ العَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللهَ تَعَالَى وَكَرَاهَةَ تَشْمِيْتِهِ إِذَا لَمْ يَحْمِدِ اللهَ تَعَالَى وَبَيَانِ آدَابِ التَّشْمِيْتِ وَالعَطَاسِ وَالتَّثَاؤُبِ

Bab 142. Bab Sunnahnya Mendoakan Orang yang Bersin Apabila Ia Memuji Allah dan Makruh Mendoakannya Jika Ia Tidak Memuji Allah, serta Penjelasan Adab-Adab Mendoakan, Bersin, dan Menguap

 

Hadits #878

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إَنَّ اللهَ يُحِبُّ العُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللهَ تَعَالَى كَانَ حَقّاً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإذَا تَثَاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإنَّ أحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka, apabila salah seorang di antara kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap orang muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan, ‘YARHAMUKALLAH (artinya: semoga Allah merahmatimu)’.”

Adapun menguap, maka itu adalah dari setan. Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin. Karena, jika salah seorang di antara kalian menguap maka setan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6223]

 

Faedah Hadits

  1. Allah menyukai bersin dan membenci menguap.
  2. Allah memiliki sifat cinta (al-mahabbah) dan sifat benci (al-karah).
  3. Disunnahkan bersegera mengucapkan YARHAMUKALLAH ketika mendengar orang yang bersin mengucapkan ALHAMDULILLAH.
  4. Mengucapkan YARHAMUKALLAH berlaku jika mendengar orang bersin dan mendengarnya mengucapkan ALHAMDULILLAH. Jika tidak mendengar ia bersin dan tidak pula mengucapkan ALHAMDULILLAH, maka tidak perlu mengucapkan YARHAMUKALLAH.
  5. Setiap yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah (mengucapkan ALHAMDULILLAH), maka hendaklah mengucapkan YARHAMUKALLAH, hukumnya fardhu ‘ain—menurut Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly dalam Bahjah An-Nazhirin–.
  6. Setan menguasai manusia ketika ia menguap, akhirnya ia malas dalam ibadah dan tidak semangat.
  7. Setiap menguap itu dari setan, maka hendaklah menguap ditahan semampunya.
  8. Setan punya sifat tertawa, di antaranya ketika melihat ada yang menguap.

 

Hadits #879

وَعَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إِذَا عَطَسَ أحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : الحَمْدُ للهِ ، وَلْيَقُلْ لَهُ أخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ . فَإذَا قَالَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ ، فَليَقُلْ : يَهْدِيكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan, ‘ALHAMDULILLAH (artinya: segala puji bagi Allah)’. Dan hendaklah saudaranya atau rekannya mengucapkan untuknya, ‘YARHAMUKALLAH (artinya: Semoga Allah merahmatimu)’. Maka apabila ia telah mengucapkan semoga Allah merahmatimu, hendaklah yang bersin mengucapkan, ‘YAHDIKUMULLAH WA YUSH-LIH BAALAKUM (artinya: Semoga Allah memberi kalian hidayah dan membaguskan keadaan kalian)’.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6224]

 

Faedah Hadits

  1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan pada umat perihal bersin dan bagaimana menjawabnya.
  2. Hadits ini menunjukkan besarnya nikmat Allah bagi orang yang bersin, dan ada kebaikan di dalamnya.
  3. Nikmat Allah diberikan lewat bersin, karena ada mudarat yang dihilangkan saat itu.
  4. Bersin menunjukkan karunia Allah pada hamba sehingga dianjurkan membaca ALHAMDULILLAH saat itu.
  5. Doa kebaikan dibalas pada orang yang memulai mendoakan kita kebaikan.
  6. Doa yang diajarkan saat bersin (yaitu YARHAMUKALLAH) berisi permintaan rahmat dan taubat atas dosa lalu dianjurkan untuk menjawabnya pula.

 

Hadits #880

وَعَنْ أَبِي مُوْسَى – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( إِذَا عَطَسَ أحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتُوهُ، فَإنْ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ فَلاَ تُشَمِّتُوهُ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bersin lalu memuji Allah, maka hendaklah kalian mendoakannya (ucapkan YARHAMUKALLAH). Namun, jika ia tidak memuji Allah, maka janganlah kalian mendoakannya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 54/2992]

 

Faedah Hadits

Hadits ini jadi dalil disyariatkannya mengucapkan YARHAMUKALLAH jika ada yang mengucapkan ALHAMDULILLAH saat bersin. Hadits ini juga berisi larangan tidak perlu mengucapkan YARHAMUKALLAH jika tidak diucapkan ALHAMDULILLAH.

 



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/23458-adab-ketika-bersin-dan-menguap.html

Senin, 19 November 2018

Jumat, 25 Agustus 2017

DAFTAR SEMENTARA CALON PENGURBAN DUSUN BRANTI

*DAFTAR CALON PENGORBAN DUSUN BRANTI*

Sapi :
1. Ibu Puji kandangan
2. Ibu Superyanti
3. Sdri. Intan Ulantari
4. Ibu Hana Pratiwi
5.bp. Amirudin
6. Bp. Muta'alim
7.Ibu.Alfu'ah

Sapi :  2

1. Ibu Marsiti
2.bp. Azhuri

Kambing :

Rt 01 :
1. Bp. Kunzaefah
2. Ibu  Mutini
3. Bp. Sukur
4. Bp. Khairudin
5. Ibu  Istiyati
6.Bp. Wahno
7. Bp. Amin wastoni
8. Bp. Muhani

Rt 02 :
1. Bp. Ismahya Edi
2. Abu Furqon
3. Bp. Iwan Puji S
4.bp. Suyuti
5.mb. Novi
6. Ibu Sugiyarti
7. Eko Wahyudi
8. Sakbani' ( mb. Miyah )
9. Nahwiyah
10. Saridah
11. Maesaroh
12. Bp. Mukharom


Rt 03 :b
1. Bp. Sariyanto
2.bp. Marbudi
3.Ibu Rubiyati
4.bp. mulyani


Jumlah:
Sapi : 1 ekor + 2 orang
Kambing: 22 orang

Monggo sinten malih


Jumat, 14 Juli 2017

Pernyataan Sikap Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) terkait PERPPU No 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan

DSKS Tolak Perppu No 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan

Setelah membaca dan mencermati Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) No 2 tahun 2017 tanggal 10 Juli 2017, dengan ini kami dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyatakan MENOLAK PERPPU tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Bahwa semua penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) harus mengacu pada ukuran objektif penerbitan PERPPU oleh Mahkamah Konstitusi (MK), sebagaimana dalam Putusan MK Nomor 138/PUU-VII/2009. Berdasarkan Putusan MK tersebut,
ada tiga syarat sebagai parameter adanya *“kegentingan yang memaksa”* bagi Presiden untuk menetapkan PERPPU, yaitu:
i. Adanya keadaan yaitu kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan Undang-Undang;
ii. Undang-Undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum, atau ada Undang-Undang tetapi tidak memadai
iii. Kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat Undang-Undang secara prosedur biasa karena akan memerlukan waktu yang cukup lama sedangkan keadaan yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan;

Hingga saat ini belum ada situasi yang memaksa dan mendesak sebagaimana ketiga indikator tersebut.

2. Bahwa Pembubaran Ormas lebih tepat melalui proses hukum di Pengadilan.
Dalam PERPPU ini pembubaran ormas dilakukan oleh pemerintah setelah adanya tahapan pemberitahuan Surat Peringatan (SP) sekali saja, lalu penghentian kegiatan ormas dan pencabutan status badan hukum ormas sekaligus dinyatakan bubar (pasal 62 dan 80A)

3. Bahwa negara menjamin hak warga negara untuk berserikat dan berkumpul dalam menyampaikan pendapatnya baik lesan atau tulisan sebagaimana amanat dari UUD 1945 pasal 28 E dan Undang-Undang HAM no 39 tahun 1999 pasal 24

4. Bahwa Perppu ini  memuat juga tentang pidana, yang tercantum dalam BAB XVIIA, disebutkan bahwa anggota dan pengurus ormas melanggar Perppu ini bisa dipenjara serendah rendahnya 6 bulan dan setinggi-tingginya hukuman seumur hidup.

Untuk itu kami meminta:
1. Kepada Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo, Sebaiknya pemberlakuan Perppu ini ditunda dulu atau hindarkan adanya korban pembubaran ormas  yang kritis atau mengecewakan terhadap pemerintah. Kecuali memberlakukan terhadap ormas atau kelompok yang telah nyata nyata bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 seperti gerakan separatis, ormas yang berpahan atheis dan komunis sebagaimana pasal 59 ayat 4 b dan c
2. Kepada Ketua dan Anggota DPR RI agar MENOLAK PERPPU ini menjadi Undang- Undang
3. Mengingatkan pemerintah bahwa penguasa menjalankan amanah rakyat akan dimintai pertanggungan jawab di hadapan Allah di hari tidak ada penguasa kecuali Allah SWT, supaya tidak menggunakan kewenangan untuk melakukan kedhaliman.

Surakarta, 14 Juli 2017
Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)
Ketua
Dr. Muinnudinnillah Basri, MA
Sekretaris
Suwondo, SE

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=511157695942519&id=100011448781374


Kamis, 13 April 2017

Kisah Rikhul Ahmar, Kisah Tak Jelas Sumbernya

Setakat pencarian selama ini saya tak jumpa lagi dalam kitab-kitab hadith atau tafsir berkenaan Angin Ahmar.

Dakwaan bahawa ia muncul di zaman Nabi Sulaiman dan tak dapat diatasi oleh beliau serta kisah2 lain juga tak dapat dikesan sumbernya. Kemudian cerita itu menyebut bahawa Nabi kita  diajar doa ini juga tak diketahui asal-usulnya.

Matan kisahnya dari website Arab:




دعاء الريح الحمراء -

قيل أن سليمان ابن داود عليه السلام مر ببلد من البلدان والجن عن يمينه والإنس عن شماله والطيور عاكفة على رأسه والشياطين بين يديه وإذا هو يرى خلقة هائلة والنار تخرج منها يميناً وشمالاً ففر منها سليمان فلما قرب منها قال لها سألتك بالله أيتها الخلقة من تكونين وأي شيء أنت؟ فقالت يا نبي الله أنا الريح الحمراء وأنا علة من العلل ومرض من الأمراض خلقني الله فإذا أراد أن يعذب أحداً من خلقه أرسلني إليه ويسلطني عليه فإذا دخلت دماغ أحد خنقته وإذا دخلت عين أعميتها وإذا دخلت منخراً أظهرت فيه علة الناسور ثم إذا نزلت إلى حلقه أحدث الصداع والشقيقة والظربان وأقتله من الوجع وإذا دخلت صدراً أدخل فيه اليرقان والسلال والوسواس وريح المفاصل والدم والفالج ووجع الطحال وصيرت الوجع في السر وإذا دخلت في النساء قطعت الحمل منها وأيبستها اللبن وأظهر البرص والرطوبة والبلغم والجذام والدمامل وإذا دخلت عروقاً وعصباً قطعتها ولا أبرح حتى أقتله فلما سمع منها نبي الله سليمان لم يتمالك نفسه ولم يبق له صبر ولا طاقة فقال لجلسائه أقتلوها فنطق الشخص وقال يا نبي الله لم يقدر أحد أن يقتلني فقال سليمان ولا قوة فقال لا يقدر أحد أن يقتلني لأن الله أخرني إلى يوم القيامة.


ثم إن الشخص غاب عن سليمان وكان في مجلسه إلى زمن نبينا محمد (ص) فمن القضاء والقدر أن الحسن بن علي (ع) جاءه وجع في جوفه وضياء الدم فلما سمع النبي (ص) وضاق صدره عليه فقال أعيذك بالله السميع العليم فنزل جبرائيل عليه وسلم على النبي (ص)، فقال يا نبي الله أن شكايته من الريح الأحمر وما له من دواء أو علاج فغاب جبرائيل ساعة ثم نزل وقال يا محمد ربك يقرئك السلام وقد أهدى إليك هدية وهو هذا الدعاء المستجاب فمن قرأه في عمره ولو مرة امن من البلاء يعني "الريح الأحمر" ثم قرأها النبي (ص) على الحسن (ع) فعافى الله الحسن (ع) وكأن لم يكن بالحسن شيء ... فقال النبي (ص) لأصحابه تعلموا هذا الدعاء وعلموا المؤمنين يحملونه فأنه أمان البلاد ومن لم يعلم قراءته فليمله ويكتبه في أناء نظيف ويمحو بماء ويشربه فأنه يبرأ بإذن الله ومن حمله أمن من الريح الأحمر والبلاء والأسقام والعلل في جسده وجميع أعضاءه ومن جميع الأعداء والحساد وجميع الريح الجارية في المفاصل. والدعاء هو:

- بسم الله الرحمن الرحيم -

بسم الله وحده بسم الله وبالله والحمد لله ولا إله إلا الله ولا إله إلا الله والله أكبر عز ولطف مما أخاف وأحذر، الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. بسم الله الشافي بسم الله المعافي بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء وهو السميع العليم العزيز الحكيم ومُنزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا خسارا ... اللهم أنت الشافي وأعوذ بك من شر ما قضيت يا ذا الجلال والإكرام يا من له الملك والملكوت والعظمة والجبروت سبحانك ما أعظم شانك لمن فكر في قدرتك يعملون بأمرك يا فاطر السماوات والأرض ملجأ الملهوفين وراحم المساكين يا ذا العظمة والرأفة والإحسان يا حنان يا منان يا قاهر لا يقهر يا من يجير ولا يجار عليه أعوذ بك من عذاب الأبدان ومن تواتر الامتحان وأعوذ بك من ريح الأحمر ومن ألم الأكبر ومن تواتر الامتحان في التنفس وفي الروح والدم والجلد والعروق والعصب ... سبحانك إذا قضيت شيئاً تقول له كن فيكون.

الله أكبر يا بر يا غني يا نور يا نافع يا غياث يا مغيث يا جبار يا قهار يا باسط يا مقسط يا قائماً بالقسط يا صريخ المستصرخين يا شاكر يا غافر يا معين يا رؤفاً بالعباد يا ناصر يا مقتدر يا باهياً يا شراهياً يا عظيم الشأن يا عالم ما كان يا خالق الإنسان ومنزل القرآن يا حي يا قيوم يا قائم على كل نفس بما كسبت يا عون من لا عون له يا راحم المساكين يا ولي المؤمنين يا مكور الليل على النهار ويا مكور النهار على الليل يا قاهر الشياطين يا نعم المولى ونعم النصير يا راحم الطفل الصغير يا قابل الشيخ الكبير يا خير الوارثين يا مالك يوم الدين اكفنا شر ما كان وما يكون و أحفظنا بحفظك واحرسنا بعينك التي لا تنام واكفنا ريح الأسقام والأمراض وجميع العلل والحيل والجذام والأوجاع والكسل.

اللهم اكفنا الداء الكبير والريح الأحمر واليرقان والآفات والوسواس وكل الوحوش واكفنا شر الهوام والقيام وشر الشياطين السخط والظلام والزلازل والوباء والظلام وشر الأعداء اللهم أكفنا شر الأشرار وكيد الكائدين وطوارق الليل والنهار إلا طارقاً يطرق بخير يا رحمن يا رحيم أعوذ بك من شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم ولا حول ولا قوة إلا بالله وصلى الله على نبينا محمد وآله الطاهرين لا إله إلا الله محمد رسول الله (ص) ألجئت ظهري وأسلمت أمري إلى الله إن الله بصيراً بالعباد يا الله اكفي حامل كتابي ومن قرأه من شر الأوجاع كلها برحمتك يا أرحم الراحمين











Fatwa Lajnah Daa'imah bahawa tidak ada dalil untuk angin ahmar:



الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده ، وبعد :
فقد اطلعت اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء على ما ورد إلى سماحة المفتي العام ، من المستفتي عبد الله بن سرهيد الفداع ، رئيس هيئة الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر بحائل ، والمحال إلى اللجنة من الأمانة العامة لهيئة كبار العلماء برقم (3277) وتاريخ 18 / 6 / 1420 هـ وقد سأل المستفتي سؤالا هذا نصه :
برفقه مجموعة من الأوراق تحمل بين طياتها بعض الآيات القرآنية والأدعية والتعويذات . . إلخ وقد عنونت في (الحرز الأكبر لمولانا الشيخ محمد إبراهيم عبد الباعث) وهذه الورقات يتداولها الكثير من غير السعوديين ، على مختلف المستويات في بعض
(الجزء رقم : 24، الصفحة رقم: 279)
المستشفيات ونحوها ، ونأمل تكرم سماحتكم ببيان ما في هذه الأوراق من مخالفات عقائدية ونحوها ليتسنى لنا تعميمها والتحذير منها على بصيرة من أمرنا .
وبعد دراسة اللجنة للاستفتاء أجابت :
بعد النظر في الأوراق المذكورة تبين أن فيها مخالفات شرعية كثيرة ، لا يجوز إقرارها ولا توزيعها بين الناس ؛ لأنها تشتمل على بدع وشركيات وألفاظ غريبة ، فمن ذلك :
قوله : (ثم تقول بصوت دون صوتك بتلاوة القرآن ، ثم تقول بصوت خفيظ) وتحديد الصوت بهذه الكيفية لا دليل عليه .
في قوله في الاستعاذة من شر المخلوقات ومن الريح الأحمر ، وتحديد هذا النوع من الريح لا دليل عليه ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم استعاذ من شر الريح مطلقا .
قوله في الاستعاذة من شر الظلمة : وخاتم سليمان بين أكتافهم ، والاستعاذة بالمخلوق من خاتم سليمان وغيره شرك .
قوله : (حم سبع مرات ، حم عسق يغلبون ، حم 7 مرات حم الأمر) وهذه الصيغة من الدعاء لا دليل عليها .
قوله : (ستر العرش مسبول علينا) وهذا ابتداع في الدعاء ، فلو قال : (ستر الله) بدل ذلك كان هذا هو الصواب .
(الجزء رقم : 24، الصفحة رقم: 280)

......................

يحصل لمن قال ما فيها من الأذكار ، بوعود لا دليل عليها من الكتاب والسنة ، وغرضه من ذلك الترغيب بالتعلق بها ونشرها بين الناس ، وعليه فالواجب منع نشر هذه الأوراق وما شابهها من النشرات المشبوهة التي يقصد مروجوها تغيير عقيدة التوحيد والتعلق بالخرافات والبدع والأوهام .
كما أن الواجب إتلاف ما وجد منها بأيدي الناس ، ومعاقبة من يعمل على نشرها وترويجها ؛ حماية لعقيدة التوحيد مما يخل بها وحماية للمسلمين من إفساد عقائدهم وتضليل أفهامهم .
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... عضو ... الرئيس
بكر أبو زيد ... صالح الفوزان ... عبد الله بن غديان ... عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ





Kesimpulan setakat ini :

Tak perlu beramal dengan doa ini. Cukuplah begitu banyak doa dan amalan ma'thuur yang sahih dari Nabi  dalam isu sakit dan penyakit.

WAllahua'lam

Selasa, 14 Maret 2017

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT

```Untukmu anakku,"Tahukah kamu nak?" Perjalan terjauh dan terberat bg seorang lelaki adalah perjalanan ke masjid.```
```Sebab bnyk orang kaya tdk sanggub mengerjakannya.```
```Jgnkan sehari lima waktu, bahkan bnyk pula yg seminggu sekalipun terlupa.```
```Tidak jarang pula seumur hidup tdk pernah singgah kesana.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid*

```Karena orang pintar dan pandaipun sering tdk mampu menemukannya, walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas eropa ataupun amerika.```
```Mudah melangkahkan kaki ke Mall, Diskotiq, Bar, Tempat rekreasi, dg semangat yg membara, kantong tebal namun ke masjid tetap sj perjalan yg tdk mampu mereka tempuh walaupun tanpa biaya.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.*

```Para pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung bromo, merapi, jg para serdadu yg mampu mengatasi rintangan berat, mampu menaklukkan musuh pun``` _*sering mengeluh kalau di ajak ke masjid.*_
```Alasan mereka beragam, ada yg berkata, "sebentar lagi, ah! waktu masih panjang, msh ngantuk, ah!tdk nyaman di cap orang alim, dan berbagai macam alasan lainya.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalan ke masjid*

```Maka berbahagialah dirimu wahai anakku```
```Bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.
Karena bagi kami sejauh manapun engkau melangkahkan kaki tdk ada perjalanan yg paling kami banggakan selain``` _*perjalanan ke masjid*_

```Biar aku beri tahu rahasia kepadamu.```
```Sejatinya``` _*Perjalanan ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpài Rabbmu.*_
```Itulah perjalanan yg di ajarkan oleh Nabimu serta perjalanan yg akan membedakanmu dg orang-orang yg lupa akan Rabbmu.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid*

_*Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenal Rabbmu.*_
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
*Ayah dan ibumu yang mencintaimu*
🎀🎀


Kamis, 09 Maret 2017

ANAK SUKSES ? BERMULA DARI BANGUN PAGI (TIPS PARENTING UTK ANAK2 KITA)


Oleh  : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya
dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang

4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.

5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang
menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang
tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan cara yg ia bilang

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam

11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus ke hati

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh transisi

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-mudahan jadi pola

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. Insya Allah anak
bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan

15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami

20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi.

Semangat beraksi,  Barokallohu fiikum...


Sabtu, 10 Desember 2016

Agar Murojaah Hafalan Menjadi Menyenangkan


Umarulfaruq Abubakar
www.hafalalquran.com

Saya selalu teringat kata kata guru saya, Ust. Baidun Makenun Al Hafizh, bahwa menghafal Al Quran itu menjadi nikmat kalau hafalannya lancar. Kalau tidak lancar, ya tidak nikmat.

Maka kegiatan memperlancar hafalan, sesungguh adalah salah satu cara terbaik meningkatkan kenikmatan hidup.

Pertanyaannya, bagaimana cara yang terbaik, ternikmat, dan terefektif melakukan proses murajaah itu?

Sebab terbukti, selesai menghafal tidak menjadi jaminan bahwa hafalan itu akan bertahan.

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari sejenak kita menilai diri sendiri...

Dari sekian Juz dan Surah Al Quran yang pernah kita hafal, berapa juz dan surah yang sudah pergi meninggalkan kita, dan berapa lagi yang masih bertahan?

Padahal menghafal adalah kegiatan seumur hidup. Sekali dihafal tidak boleh dilupakan.

Dengan kesibukan masa kini yang semakin meningkat, terutama jam terbang tinggi di grup grup whatsapp (kalau itu bisa disebut kesibukan 😉 ), bagaimana cara kita mempertahankan dan merawat hafalan dengan menyenangkan dan tanpa pusing?

Nah, ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari Syekh Asran Jabir Asran (pakar qiraat asyrah) dan guru-guru saya yang lainnya:

1. Baca hafalan di dalam Shalat

Persiapkanlah diri untuk membaca apa yang pernah kita hafal di dalam shalat. Persiapannya misalnya dengan membaca ayat ayat tersebut sebelum shalat. 

Kalau membiasakan diri setiap rakaat baca setengah halaman saja, dan dalam sehari kita misalnya shalat 20 rakaat (shalat fardhu + rawatib + tahajjud + witir + dhuha), maka kita bisa mengulangi hafalan 10 halaman atau setengah juz.

Itu sudah sangat luar biasa.. Hafalan kita pun semakin kuat. Dan murajaah hafalan dalam shalat adalah murajaah terbaik dari sekian teknik murajaah lainnya.

2. Murajaah 15 menit sebelum dan setelah shalat lima waktu.

Datanglah ke mesjid lebih awal. Sambil menanti iqamah, kita bisa memanfaatkan waktu untuk murajaah. Tidak mengapa kita melihat mushaf saat mengulangi juz yang pernah kita hafal.

Kalau konsisten, InsyaAllah setiap waktu shalat kita bisa baca 1 juz. Terutama Bakda Subuh. Dalam sehari bisa murojaah 5 juz. Terserah juznya sama atau beda.

Yang jelas, sebaiknya murajaah dalam Shalat jalan sendiri, murajaah di luar shalat pun tetap jalan. Sehingga kalau khatam, kita bisa khatam dua murajaah.

3. Murajaah Sebelum Tidur

Saat akhirnya kita terlelap, alam bawah sadar kita tetap bekerja. Akal pikiran kita terus mengolah input informasi yang kita dapatkan sebelum tidur. Maka akal dan hati kita akan terus mengulang ulang bacaan Al Quran yang sebelumnya kita baca.

Dan hasilnya hafalan kita menjadi semakin kuat dan kita tertidur dalam keadaan beribadah, disamping tidur itu sendiri adalah ibadah.

Ini tiga tips yang kita berikan. Selayaknya sebuah barang yang sangat berharga dan karunia yang tidak ternilai, sudah sepantasnya kita meluangkan waktu untuk  Al Quran.

Lebih-lebih waktu kita akan semakin berharga saat kita melaluinya bersama Al Quran.

Seorang ulama pernah berkata:

"كلما زاد حزبي من القرآن زادت البركة في وقتي وﻻ زلت أزيد حتى بلغ حزبي عشرة أجزاء"
(ذيل طبقات الحنابلة ﻻبن رجب 3 / 205)

"Semakin bertambah bacaan Al Quran ku, semakin bertambah keberkahan waktuku. Dan aku terus menambah bilangan tilawahku sehingga mencapai 10 juz dalam sehari"

Nah, apa lagi yang kita tunggu?

Ayo murojaah...! 😊😊😊


Selasa, 29 November 2016

Kesaksian dari Kediri tentang Serangan PKI


Perempuan 70 tahun itu sengaja datang dari Kediri untuk menghadiri acara Simposium Nasional bertajuk "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain" di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/5).

Di sela acara, Muawanah bercerita tentang pengalaman kelam itu. Tragedi penyerangan besar-besaran oleh PKI kepada kalangan pesantren untuk pertama kalinya di Kediri. 

Kala itu Muawanah masih berusia 18 tahun. Dia baru menamatkan sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setaraf Madrasah Aliyah Negeri. 

Muawanah mengikuti pelatihan kaderisasi yang diadakan Pelajar Islam Indonesia di Pondok Pesantren Al-Jauhar, Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, Jawa Timur. Liburan sekolah di bulan Ramadhan dimanfaatkan untuk mengikuti pelatihan.

"Memang sudah menjadi kebiasaan Pelajar Islam Indonesia, setiap ada liburan diadakan pelatihan," katanya saat berbincang denganCNNIndonesia.com.

Muawanah mengikuti pelatihan mental yang berisi kegiatan penguatan nilai keagamaan. Pada waktu yang bersamaan digelar pula pelatihan tingkat dasar dan training kepemimpinan. 

Pelatihan itu dimulai pada 9 Januari dan direncanakan berakhir pada 22 Januari 1965. Pesertanya terdiri dari 127 santri usia sekolah menengah atas. Pelatihan berhenti di tengah jalan.

Rabu, 13 Januari 1965. Langit masih gelap ketika Muawanah dan teman-temannya berada di asrama putri. Usai melaksanakan salat subuh, mereka hendak mengikuti kuliah umum. 

Dor... dor... dor... Dari dalam ruangan, Muawanah mendengar suara tembakan. "Itu kode ternyata," katanya. Setelah bunyi tembakan, sekitar ribuan orang datang berbondong-bondong menyerang asrama putra dan putri serta masjid.

Pintu asrama putri digedor. Ketika dibuka, para pria langsung menyerang masuk. Muawanah dan santriwati lain pun ketakutan. "Bayangkan, kami masih anak usia SMA," katanya.

Para penyerang langsung melontarkan kata makian. "Ini antek Belanda, antek Nekolim (neokolonialisme-imperialisme), seret saja!" ujar Muawanah menirukan para penyerang. 

Muawanah juga menyaksikan bagaimana salah satu temannya dilecehkan oleh sejumlah pria yang masuk ke asrama. Namanya Khotijah, asal Kertosono.

"Dia memang cantik anaknya, dilecehkan kemudian digerayangi semua, itu tidak hanya satu anak, kurang ajar sekali," ujar perempuan kelahiran Blitar, 1946.

Para penyerang lalu mengambil Alquran, menginjak-injak, kemudian memasukkannya ke karung. Setelah itu para santri digiring keluar sambil diiringi umpatan kemarahan kader dan simpatisan PKI. 

Sebagian massa anggota PKI masuk ke masjid tanpa melepas alas kaki. Lantai masjid pun becek karena saat itu musim hujan. Mereka juga menyerang rumah Kiai Jauhari, pengasuh Ponpes Al-Jauhar. Muawanah menyaksikan para kiai diseret keluar dan dianiaya.

"Mereka ditempeleng, pokoknya direndahkan, dihina, dimaki dan sebagainya," katanya. "Itu kiai sedang ada di masjid."

Muawanah baru menyadari tim keamanan pesantren yang mayoritas pria telah diikat beruntun satu sama lain. Kaki dan tangan mereka diikat. Mereka kemudian digiring menuju kantor polisi.

"Yang mestinya kalau ke kantor polisi Kras, kira-kira setengah kilometer tapi ini mubeng (berkeliling) sampe dua kilometer lebih," katanya.

Mereka diajak menyusuri pematang sawah. Di tengah perjalanan, para santri dan kiai diintimidasi. Mereka diancam akan dibunuh. Makian tak hentinya dilontarkan kepada mereka. 

"Kalau sampai ada yang lari, bunuh," kata Muawanah mengenang. Pukul enam pagi, mereka diserahkan kepada kepala kepolisian.

Salah seorang panitia pelatihan, Sunarsih, mengenali salah satu pelaku penyerangan. Namanya Suryadi, pimpinan organisasi sayap PKI, Pemuda Rakyat di desa itu.

"Yang ambil pistol dan menembak ke atas itu namanya Suryadi, Ketua Pemuda Rakyat. Jadi semua tahu kalau itu PKI," kata Sunarsih. 

Dari situ warga pesantren mengidentifikasi bahwa penyerangan itu dilakukan oleh PKI dan underbouwnya, seperti Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia (BTI). "Yang tidak ada hanya Gerwani," kata Sunarsih.

Saat itu, Muawanah tidak paham mengapa PKI menyerang kalangan pesantren. "Mungkin itu test case dia (PKI) untuk mengadakan pemberontakan 1965," katanya.

Sumber: www.cnnindonesia.com