Selasa, 14 Maret 2017

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT

```Untukmu anakku,"Tahukah kamu nak?" Perjalan terjauh dan terberat bg seorang lelaki adalah perjalanan ke masjid.```
```Sebab bnyk orang kaya tdk sanggub mengerjakannya.```
```Jgnkan sehari lima waktu, bahkan bnyk pula yg seminggu sekalipun terlupa.```
```Tidak jarang pula seumur hidup tdk pernah singgah kesana.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid*

```Karena orang pintar dan pandaipun sering tdk mampu menemukannya, walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas eropa ataupun amerika.```
```Mudah melangkahkan kaki ke Mall, Diskotiq, Bar, Tempat rekreasi, dg semangat yg membara, kantong tebal namun ke masjid tetap sj perjalan yg tdk mampu mereka tempuh walaupun tanpa biaya.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.*

```Para pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung bromo, merapi, jg para serdadu yg mampu mengatasi rintangan berat, mampu menaklukkan musuh pun``` _*sering mengeluh kalau di ajak ke masjid.*_
```Alasan mereka beragam, ada yg berkata, "sebentar lagi, ah! waktu masih panjang, msh ngantuk, ah!tdk nyaman di cap orang alim, dan berbagai macam alasan lainya.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalan ke masjid*

```Maka berbahagialah dirimu wahai anakku```
```Bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.
Karena bagi kami sejauh manapun engkau melangkahkan kaki tdk ada perjalanan yg paling kami banggakan selain``` _*perjalanan ke masjid*_

```Biar aku beri tahu rahasia kepadamu.```
```Sejatinya``` _*Perjalanan ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpài Rabbmu.*_
```Itulah perjalanan yg di ajarkan oleh Nabimu serta perjalanan yg akan membedakanmu dg orang-orang yg lupa akan Rabbmu.```

*Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid*

_*Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenal Rabbmu.*_
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
*Ayah dan ibumu yang mencintaimu*
🎀🎀


Kamis, 09 Maret 2017

ANAK SUKSES ? BERMULA DARI BANGUN PAGI (TIPS PARENTING UTK ANAK2 KITA)


Oleh  : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya
dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang

4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.

5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang
menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang
tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan cara yg ia bilang

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam

11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus ke hati

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh transisi

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-mudahan jadi pola

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. Insya Allah anak
bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan

15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami

20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi.

Semangat beraksi,  Barokallohu fiikum...


Sabtu, 10 Desember 2016

Agar Murojaah Hafalan Menjadi Menyenangkan


Umarulfaruq Abubakar
www.hafalalquran.com

Saya selalu teringat kata kata guru saya, Ust. Baidun Makenun Al Hafizh, bahwa menghafal Al Quran itu menjadi nikmat kalau hafalannya lancar. Kalau tidak lancar, ya tidak nikmat.

Maka kegiatan memperlancar hafalan, sesungguh adalah salah satu cara terbaik meningkatkan kenikmatan hidup.

Pertanyaannya, bagaimana cara yang terbaik, ternikmat, dan terefektif melakukan proses murajaah itu?

Sebab terbukti, selesai menghafal tidak menjadi jaminan bahwa hafalan itu akan bertahan.

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari sejenak kita menilai diri sendiri...

Dari sekian Juz dan Surah Al Quran yang pernah kita hafal, berapa juz dan surah yang sudah pergi meninggalkan kita, dan berapa lagi yang masih bertahan?

Padahal menghafal adalah kegiatan seumur hidup. Sekali dihafal tidak boleh dilupakan.

Dengan kesibukan masa kini yang semakin meningkat, terutama jam terbang tinggi di grup grup whatsapp (kalau itu bisa disebut kesibukan 😉 ), bagaimana cara kita mempertahankan dan merawat hafalan dengan menyenangkan dan tanpa pusing?

Nah, ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari Syekh Asran Jabir Asran (pakar qiraat asyrah) dan guru-guru saya yang lainnya:

1. Baca hafalan di dalam Shalat

Persiapkanlah diri untuk membaca apa yang pernah kita hafal di dalam shalat. Persiapannya misalnya dengan membaca ayat ayat tersebut sebelum shalat. 

Kalau membiasakan diri setiap rakaat baca setengah halaman saja, dan dalam sehari kita misalnya shalat 20 rakaat (shalat fardhu + rawatib + tahajjud + witir + dhuha), maka kita bisa mengulangi hafalan 10 halaman atau setengah juz.

Itu sudah sangat luar biasa.. Hafalan kita pun semakin kuat. Dan murajaah hafalan dalam shalat adalah murajaah terbaik dari sekian teknik murajaah lainnya.

2. Murajaah 15 menit sebelum dan setelah shalat lima waktu.

Datanglah ke mesjid lebih awal. Sambil menanti iqamah, kita bisa memanfaatkan waktu untuk murajaah. Tidak mengapa kita melihat mushaf saat mengulangi juz yang pernah kita hafal.

Kalau konsisten, InsyaAllah setiap waktu shalat kita bisa baca 1 juz. Terutama Bakda Subuh. Dalam sehari bisa murojaah 5 juz. Terserah juznya sama atau beda.

Yang jelas, sebaiknya murajaah dalam Shalat jalan sendiri, murajaah di luar shalat pun tetap jalan. Sehingga kalau khatam, kita bisa khatam dua murajaah.

3. Murajaah Sebelum Tidur

Saat akhirnya kita terlelap, alam bawah sadar kita tetap bekerja. Akal pikiran kita terus mengolah input informasi yang kita dapatkan sebelum tidur. Maka akal dan hati kita akan terus mengulang ulang bacaan Al Quran yang sebelumnya kita baca.

Dan hasilnya hafalan kita menjadi semakin kuat dan kita tertidur dalam keadaan beribadah, disamping tidur itu sendiri adalah ibadah.

Ini tiga tips yang kita berikan. Selayaknya sebuah barang yang sangat berharga dan karunia yang tidak ternilai, sudah sepantasnya kita meluangkan waktu untuk  Al Quran.

Lebih-lebih waktu kita akan semakin berharga saat kita melaluinya bersama Al Quran.

Seorang ulama pernah berkata:

"كلما زاد حزبي من القرآن زادت البركة في وقتي وﻻ زلت أزيد حتى بلغ حزبي عشرة أجزاء"
(ذيل طبقات الحنابلة ﻻبن رجب 3 / 205)

"Semakin bertambah bacaan Al Quran ku, semakin bertambah keberkahan waktuku. Dan aku terus menambah bilangan tilawahku sehingga mencapai 10 juz dalam sehari"

Nah, apa lagi yang kita tunggu?

Ayo murojaah...! 😊😊😊


Selasa, 29 November 2016

Kesaksian dari Kediri tentang Serangan PKI


Perempuan 70 tahun itu sengaja datang dari Kediri untuk menghadiri acara Simposium Nasional bertajuk "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain" di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/5).

Di sela acara, Muawanah bercerita tentang pengalaman kelam itu. Tragedi penyerangan besar-besaran oleh PKI kepada kalangan pesantren untuk pertama kalinya di Kediri. 

Kala itu Muawanah masih berusia 18 tahun. Dia baru menamatkan sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setaraf Madrasah Aliyah Negeri. 

Muawanah mengikuti pelatihan kaderisasi yang diadakan Pelajar Islam Indonesia di Pondok Pesantren Al-Jauhar, Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, Jawa Timur. Liburan sekolah di bulan Ramadhan dimanfaatkan untuk mengikuti pelatihan.

"Memang sudah menjadi kebiasaan Pelajar Islam Indonesia, setiap ada liburan diadakan pelatihan," katanya saat berbincang denganCNNIndonesia.com.

Muawanah mengikuti pelatihan mental yang berisi kegiatan penguatan nilai keagamaan. Pada waktu yang bersamaan digelar pula pelatihan tingkat dasar dan training kepemimpinan. 

Pelatihan itu dimulai pada 9 Januari dan direncanakan berakhir pada 22 Januari 1965. Pesertanya terdiri dari 127 santri usia sekolah menengah atas. Pelatihan berhenti di tengah jalan.

Rabu, 13 Januari 1965. Langit masih gelap ketika Muawanah dan teman-temannya berada di asrama putri. Usai melaksanakan salat subuh, mereka hendak mengikuti kuliah umum. 

Dor... dor... dor... Dari dalam ruangan, Muawanah mendengar suara tembakan. "Itu kode ternyata," katanya. Setelah bunyi tembakan, sekitar ribuan orang datang berbondong-bondong menyerang asrama putra dan putri serta masjid.

Pintu asrama putri digedor. Ketika dibuka, para pria langsung menyerang masuk. Muawanah dan santriwati lain pun ketakutan. "Bayangkan, kami masih anak usia SMA," katanya.

Para penyerang langsung melontarkan kata makian. "Ini antek Belanda, antek Nekolim (neokolonialisme-imperialisme), seret saja!" ujar Muawanah menirukan para penyerang. 

Muawanah juga menyaksikan bagaimana salah satu temannya dilecehkan oleh sejumlah pria yang masuk ke asrama. Namanya Khotijah, asal Kertosono.

"Dia memang cantik anaknya, dilecehkan kemudian digerayangi semua, itu tidak hanya satu anak, kurang ajar sekali," ujar perempuan kelahiran Blitar, 1946.

Para penyerang lalu mengambil Alquran, menginjak-injak, kemudian memasukkannya ke karung. Setelah itu para santri digiring keluar sambil diiringi umpatan kemarahan kader dan simpatisan PKI. 

Sebagian massa anggota PKI masuk ke masjid tanpa melepas alas kaki. Lantai masjid pun becek karena saat itu musim hujan. Mereka juga menyerang rumah Kiai Jauhari, pengasuh Ponpes Al-Jauhar. Muawanah menyaksikan para kiai diseret keluar dan dianiaya.

"Mereka ditempeleng, pokoknya direndahkan, dihina, dimaki dan sebagainya," katanya. "Itu kiai sedang ada di masjid."

Muawanah baru menyadari tim keamanan pesantren yang mayoritas pria telah diikat beruntun satu sama lain. Kaki dan tangan mereka diikat. Mereka kemudian digiring menuju kantor polisi.

"Yang mestinya kalau ke kantor polisi Kras, kira-kira setengah kilometer tapi ini mubeng (berkeliling) sampe dua kilometer lebih," katanya.

Mereka diajak menyusuri pematang sawah. Di tengah perjalanan, para santri dan kiai diintimidasi. Mereka diancam akan dibunuh. Makian tak hentinya dilontarkan kepada mereka. 

"Kalau sampai ada yang lari, bunuh," kata Muawanah mengenang. Pukul enam pagi, mereka diserahkan kepada kepala kepolisian.

Salah seorang panitia pelatihan, Sunarsih, mengenali salah satu pelaku penyerangan. Namanya Suryadi, pimpinan organisasi sayap PKI, Pemuda Rakyat di desa itu.

"Yang ambil pistol dan menembak ke atas itu namanya Suryadi, Ketua Pemuda Rakyat. Jadi semua tahu kalau itu PKI," kata Sunarsih. 

Dari situ warga pesantren mengidentifikasi bahwa penyerangan itu dilakukan oleh PKI dan underbouwnya, seperti Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia (BTI). "Yang tidak ada hanya Gerwani," kata Sunarsih.

Saat itu, Muawanah tidak paham mengapa PKI menyerang kalangan pesantren. "Mungkin itu test case dia (PKI) untuk mengadakan pemberontakan 1965," katanya.

Sumber: www.cnnindonesia.com


Sabtu, 12 November 2016

Wahai Pemuda, Bangkitlah!

BERBICARA pemuda, kita berbicara pemimpin masa depan suatu bangsa. Jika konteks nya pemuda Indonesia, maka kita sedang membicarakan kepemimpinan masa depan bangsa Indonesia. Itulah yang dikatakan Ulama pembaharu asal Mesir imam Asy-syahid Hasan al-Bana “syabab al yaum rijalul ghod” “Pemuda hari ini, adalah pemimpin masa depan”.

Karena itu melalui pemudalah bangsa ini mampu lahir, bangkit, berdiri dan berjalan menjadi bangsa yang berdaulat dengan berbagai dinamikanya. Sejarahpun telah menorehkan tintanya, bahwa dalam setiap momen penting bangsa ini, senantiasa melibatkan pemuda sebagai lokomotif penggeraknya, aktor intelekualnya dan rahasia kekuatanya. Oleh sebab itu pembahasan tentang bab Pemuda sangat strategis dan penting kita dalami bersama.

Seorang ulama kontemporer Hasan al-Bana menggambarkan sosok pemuda, “Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang dijalan-Nya, semakin bersemangat merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Dan keempat rukun ini, yakni iman, ikhlash, semangat dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda! Karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda”

Peran pemuda yang strategis dan penting ini sampai di gambarkan oleh sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar bin Khattab RA, dalam keterangan Hadist dijelaskan bahwa Umar pernah mengatakan “Jika aku sedang mengalami kesulitan, maka yang aku cari adalah pemuda”. Pemuda mampu menjadi inspirasi dan solusi bagi Umar bin Khattab RA. Oleh sebab itu, dari dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan.

Dalam setiap kebangkitan pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya. Dengan ini pula, penyanyi kondang Indonesia Rhoma Irama pernah berkata, bahwa “masa muda adalah masa yang ber-api-api”. Karena memang semangat dan idealisme seorang pemuda telah membakar motivasi dirinya untuk senantiasa berkontribusi untuk agama, bangsa dan negara ini lebih baik lagi. Belum lagi ketika kita mengingat perkataan Tan malaka tentang pemuda. Beliau mengatakan bahwa “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”.

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang pemuda. Diantaranya surah al-Kahfi ayat 13 Allah SWT sangat mengistimewakan pemuda dengan bab khusus

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk,” (QS. Al-Kahfi 13).

Prof.Dr.HAMKA (1984, hal. 171) menafsirkan dalam Tafsir Al-Azhar maksud ayat Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka bahwa disini jelaskan penghuni gua dalam kisah ashabul kahfi adalah anak-anak muda, tidak ada bercampur dengan orang tua.

Maka kalau hal ini diperbandingkan kepada perjuangan Nabi SAW, di Makkah itu kelihatan suatu pengalaman yang patut jadi pedoman. Yaitu yang telah dibawa Rasulullah SAW pun anak-anak muda, sedang orang tua telah tegak menjadi penghalang dan perintang, karena mereka telah tenggelam dengan kebatilan selama ini. Kalau kita perhatikan seksama tafsir Buya Hamka di atas, kita akan menyaksikan bahwa anak muda menjadi prioritas utama Rasulullah SAW dalam berdakwah dan menyebarkan Islam.

Firman Allah SWT di atas juga mengisyaratkan bahwa pemuda al kahfi adalah termasuk para pemuda pemberani untuk mempertahankan keimanan mereka, pemikiran mereka dan kepribadian mereka. Mereka adalah orang-orang yang teguh imannya, sehingga mereka berani melanggar aturan pemerintah yang melarang mereka meyakini agama tauhid. Jadi keberanian menjadi modal penting bagi seorang pemuda.

Dalam akhir tulisan ini, rasanya kita harus merenungkan perkataan dari imam Hasan Al-Banna, “Wahai pemuda perbaruhilah iman, kemudian tentukan sasaran dan tujuan langkah kalian. Sesungguhnya kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan konsekuensi logis dari kesatuan adalah kemenangan yang gemilang. Oleh karenanya berimanlah kalian, eratkanlah ukhuwah, sadarilah, dan kemudian tunggulah datangnya kemenangan.”


Sumber: islampos.com


Minggu, 30 Oktober 2016

PEMUDA DAN KEBANGKITAN UMAT

Oleh Abu Furqon

Peringatan hari sumpah pemuda yang diselenggarakan setiap tanggal 28 Oktober merupakan sebuah upaya untuk mengenang sebuah peristiwa besar. Sebuah peristiwa yang menjadi salah satu tonggak sejarah bangsa ini. Dalam setiap perjuangan bangsa, maka pemuda mempunyai peranan yang dominan dalam menentukan nasib bangsanya. Dalam lintasan sejarah perjuangan umat, kita dapat menyaksikan rentetan sejarah perjuangan para pemuda dalam perjuangan bangsanya.
Al quran memberikan contoh perjuangan sekelompok pemuda yang berani untuk keluar dari kungkungan kejahiliyahan yang mendominasi masyarkatnya saat itu. Dalam surat Al Kahfi, Allah menjelaskan,
أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا ٩ إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا ١٠ فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ سِنِينَ عَدَدٗا ١١ ثُمَّ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِنَعۡلَمَ أَيُّ ٱلۡحِزۡبَيۡنِ أَحۡصَىٰ لِمَا لَبِثُوٓاْ أَمَدٗا ١٢
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu] yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu)
Demikian pula kisah Daud. Dengan keberanianya ia mampu mengalahkan Jalut, seorang raja yang kuat dan bertubuh besar. Allah berfirman dalam Al Baqarah ayat 251:
فَهَزَمُوهُم بِإِذۡنِ ٱللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ وَءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلۡمُلۡكَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَعَلَّمَهُۥ مِمَّا يَشَآءُۗ وَلَوۡلَا دَفۡعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعۡضَهُم بِبَعۡضٖ لَّفَسَدَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٥١
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam

Peran pemuda dalam Kebangkitan Umat:
Pemuda mengangkap permasalahan bangsa dan Umat:
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا هَٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِيٓ أَنتُمۡ لَهَا عَٰكِفُونَ ٥٢
52. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?
Pemuda adalah generasi penerus dan pengganti (at thur: 21)
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۢ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ ٢١
21. Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya
Allah berfirman dalam al maidah: 54
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٥٤
54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui
Yang dibutuhkan Oleh Pemuda:
Kebutuhan pemuda saat ini tak sekedar kebutuhan fisik dan materi semata, tetapi pemuda saat ini sangat membutuhkan pembinaan dan tarbiyah Islamiyah yang syumul.
Menanamkan Jiwa kepemimpinan dalam diri jiwa pemuda
Allah berfirman:
قَالَ ٱجۡعَلۡنِي عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلۡأَرۡضِۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٞ ٥٥
55. Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan"
قَالَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسۡتَ‍ٔۡجِرۡهُۖ إِنَّ خَيۡرَ مَنِ ٱسۡتَ‍ٔۡجَرۡتَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡأَمِينُ ٢٦
26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya"
لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨
128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمۡ فِئَةٗ فَٱثۡبُتُواْ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٤٥ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُواْ فَتَفۡشَلُواْ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ وَٱصۡبِرُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٤٦ وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرٗا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطٞ ٤٧
45. Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya´ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan
Dari berbagai ayat tersebut kita bisa mengambil pelajaran bahwa karakter yang harus disematkan pada diri pemuda saat ini adalah:
1. Karakter nabi Yusuf yaitu khafidzun Aliim (Pandai Menjaga lagi mengetahui) atau amanah dan berwawasan.
2. Karakter Nabi Musa yaitu Qowiyun alim, kuat dan berpengetahuan
3. Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin
4. Jiwa  pemersatu
5. Karakter yang berorientasi kerja bukan pada hanya pencitraan saja.


Jumat, 16 September 2016

Keteguhan Dua Remaja Mualaf

Kiri: Ernawati soe, Kanan: Yetri Katarina senai

Beberapa hari lalu kedua orang tuanya di panggil sama gereja karena menyekolahkan anak anaknya di MTs Oe Ue dan bersyahadat pada saat MOS. sedangkan orang tua mereka masih Kristen.

Gereja menekan kedua orang tua mereka di gereja karena membiarkan anaknya masuk Islam. Kedua orang tua mereka menjawab dg jawaban yang mengagetkan sang pendeta dg perkataan yang intinya "Silahkan kalian tekan tekan saya dan mau hapus saya dari jamaah gereja, saya akan susul anak saya masuk Islam".

Semoga Allah segera berikan hidayah kepada kedua orang tua mereka. Saat ini mereka kelas 1 di MTs Oe Ue yang kita bantu pembuatan kamar mandi.

Semoga bantuan yang diamanahkan lewat kami Allah balas dg keberkahan dunia Akhirat.
Jazakumullah ahsanal jaza

Hormat kami,

Sarjono