Minggu, 30 Oktober 2016

PEMUDA DAN KEBANGKITAN UMAT

Oleh Abu Furqon

Peringatan hari sumpah pemuda yang diselenggarakan setiap tanggal 28 Oktober merupakan sebuah upaya untuk mengenang sebuah peristiwa besar. Sebuah peristiwa yang menjadi salah satu tonggak sejarah bangsa ini. Dalam setiap perjuangan bangsa, maka pemuda mempunyai peranan yang dominan dalam menentukan nasib bangsanya. Dalam lintasan sejarah perjuangan umat, kita dapat menyaksikan rentetan sejarah perjuangan para pemuda dalam perjuangan bangsanya.
Al quran memberikan contoh perjuangan sekelompok pemuda yang berani untuk keluar dari kungkungan kejahiliyahan yang mendominasi masyarkatnya saat itu. Dalam surat Al Kahfi, Allah menjelaskan,
أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا ٩ إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا ١٠ فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ سِنِينَ عَدَدٗا ١١ ثُمَّ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِنَعۡلَمَ أَيُّ ٱلۡحِزۡبَيۡنِ أَحۡصَىٰ لِمَا لَبِثُوٓاْ أَمَدٗا ١٢
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu] yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu)
Demikian pula kisah Daud. Dengan keberanianya ia mampu mengalahkan Jalut, seorang raja yang kuat dan bertubuh besar. Allah berfirman dalam Al Baqarah ayat 251:
فَهَزَمُوهُم بِإِذۡنِ ٱللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ وَءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلۡمُلۡكَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَعَلَّمَهُۥ مِمَّا يَشَآءُۗ وَلَوۡلَا دَفۡعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعۡضَهُم بِبَعۡضٖ لَّفَسَدَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٥١
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam

Peran pemuda dalam Kebangkitan Umat:
Pemuda mengangkap permasalahan bangsa dan Umat:
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا هَٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِيٓ أَنتُمۡ لَهَا عَٰكِفُونَ ٥٢
52. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?
Pemuda adalah generasi penerus dan pengganti (at thur: 21)
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۢ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ ٢١
21. Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya
Allah berfirman dalam al maidah: 54
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٥٤
54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui
Yang dibutuhkan Oleh Pemuda:
Kebutuhan pemuda saat ini tak sekedar kebutuhan fisik dan materi semata, tetapi pemuda saat ini sangat membutuhkan pembinaan dan tarbiyah Islamiyah yang syumul.
Menanamkan Jiwa kepemimpinan dalam diri jiwa pemuda
Allah berfirman:
قَالَ ٱجۡعَلۡنِي عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلۡأَرۡضِۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٞ ٥٥
55. Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan"
قَالَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسۡتَ‍ٔۡجِرۡهُۖ إِنَّ خَيۡرَ مَنِ ٱسۡتَ‍ٔۡجَرۡتَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡأَمِينُ ٢٦
26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya"
لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨
128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمۡ فِئَةٗ فَٱثۡبُتُواْ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٤٥ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُواْ فَتَفۡشَلُواْ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ وَٱصۡبِرُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٤٦ وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرٗا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطٞ ٤٧
45. Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya´ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan
Dari berbagai ayat tersebut kita bisa mengambil pelajaran bahwa karakter yang harus disematkan pada diri pemuda saat ini adalah:
1. Karakter nabi Yusuf yaitu khafidzun Aliim (Pandai Menjaga lagi mengetahui) atau amanah dan berwawasan.
2. Karakter Nabi Musa yaitu Qowiyun alim, kuat dan berpengetahuan
3. Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin
4. Jiwa  pemersatu
5. Karakter yang berorientasi kerja bukan pada hanya pencitraan saja.


Jumat, 16 September 2016

Keteguhan Dua Remaja Mualaf

Kiri: Ernawati soe, Kanan: Yetri Katarina senai

Beberapa hari lalu kedua orang tuanya di panggil sama gereja karena menyekolahkan anak anaknya di MTs Oe Ue dan bersyahadat pada saat MOS. sedangkan orang tua mereka masih Kristen.

Gereja menekan kedua orang tua mereka di gereja karena membiarkan anaknya masuk Islam. Kedua orang tua mereka menjawab dg jawaban yang mengagetkan sang pendeta dg perkataan yang intinya "Silahkan kalian tekan tekan saya dan mau hapus saya dari jamaah gereja, saya akan susul anak saya masuk Islam".

Semoga Allah segera berikan hidayah kepada kedua orang tua mereka. Saat ini mereka kelas 1 di MTs Oe Ue yang kita bantu pembuatan kamar mandi.

Semoga bantuan yang diamanahkan lewat kami Allah balas dg keberkahan dunia Akhirat.
Jazakumullah ahsanal jaza

Hormat kami,

Sarjono


Selasa, 13 September 2016

KESEMPATAN BERBAGI UNTUK SAUDARA MUSLIM DI PELOSOK NTT

PERKAMPUNGAN MUSLIM DAN MUALLAF

Assalamualaikum teman temanku yang dimuliakan Allah dan Allah senantiasa cukupkan rizki sampai detik ini. Semoga Allah jadikan kita manusia yang bersyukur atas nikmat tersebut.

Saat ini dibutuhkan bantuan untuk kamar mandi sekolah/toilet Madrasah Tsanawiyah Swasta Oe Ue di pedalaman Kab. Timor Tengah Selatan, saat ini hanya punya toilet darurat yang di pakai oleh sekitar 100 siswa dan Guru di MTs tersebut.

Perlu di ketahui Oe Ue adalah perkampungan muslim dab muallaf minoritas di pedalaman. Siswa yang sekolah di MTs tersebut tidak dipungut biaya sekolah dan yang lebih mengharukan ada 14 orang guru yang mengajar TANPA BAYARAN. Mereka berjuang demi generasi Islam minoritas disana.

Oleh karena itu bagi temen temen yang berkenan atau mau ikut berbagi bisa memghubungi kami. Insya Allah akan kami salurkan ke MTs tersebut. Sekali lagi dibuka kesempatan untuk berbagi untuk umat di pelosok negeri.

Teman teman bisa menghungi kami :
Nama: Sarjono
HP. 085741152955

Atas perhatiannya Jazakumullah Ahsanal jaza

Hormat kami,

Sarjono


Minggu, 11 September 2016

Adab-Adab Berhari Raya ‘Iedul Adha


Diantara kenikmatan Alloh kepada umat ini adalah adanya 2 hari raya.
Untuk mensyukuri nikmat ini berikut diantara adab-adabnya:

🌱Memperbanyak Takbir
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ: «يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ العَشْرِ يُكَبِّرَانِ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا»
“Ibnu Umar dan Abu Huroiroh keluar ke pasar pada 10 hari (pertama) Dzulhijjah sambil bertakbir dan orang-orangpun bertakbir dengan takbir mereka berdua." [Diriwayatkan al-Bukhori secara mu'allaq. Dishohihkan  al-Albani dalam al-Irwa' no. 651]
Ada beberapa riwayat dari shohabat tentang takbir dari setelah sholat shubuh sampai setelah sholat ashar di akhir hari tasyriq.
Diantaranya dari Ali رضي الله عنه:
«أَنَّهُ كَانَ يُكَبِّرُ بَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ عَرَفَةَ، إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ مِنْ آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ، وَيُكَبِّرُ بَعْدَ الْعَصْرِ»
“Bahwasanya beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada hari Arofah sampai sholat ashar di akhir hari tasyriq dan beliau bertakbir setelah ashar.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no. 5631, dishohihkan al-Albani dalam al-Irwa’ no. 653]
Ibnu Qudamah berkata dalam al-Mughni 2/292:
Imam Ahmad ditanya: “dengan hadits mana engkau berpendapat bahwa takbir itu dari sholat fajar di hari Arofah sampai akhir hari tasyriq?" beliau menjawab: "dengan Ijma' Umar, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas'ud rodhiyallohu anhum."
Diriwayatkan dari Ibrohim an-Nakho'i (tabi'in), ia berkata:ُ “Mereka dahulu bertakbir pada hari Arofah dan salah seorang dari mereka menghadap kiblat di akhir sholat dengan mengucapkan: Allohu akbar, Allohu akbar, laa ilaaha illallohu wallohu akbar, Allohu akbar wa lillaahil hamd." [Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya no. 5650, dishohihkan oleh syaikh Abul Hasan as-Sulaymani dalam Tanwirul Ainain bi Ahkamil Adhohi wal Iedain hal. 290]

✒Lafadz Takbir:
Ada beberapa lafadz takbir yang diriwayatkan dari para shohabat dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani dalam Irwa'ul Gholil 1/125-126: Lafadz takbir Abdulloh bin Mas’ud:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
[Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya no. 5651]
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
[Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya no. 5633]
✒Lafadz Takbir Ibnu Abbas:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَأَجَلُّ اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
[Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya no. 5646]
Dan beberapa lafadz lainnya.

🌱Sholat Iedul Adha Di Lapangan Bersama Kaum Muslimin

Adab-Adabnya:

🌿Mandi Sebelum Berangkat

Disunnahkan mandi sebelum berangkat sholat ied, berdasarkan atsar-atsar berikut ini:
Dari Zadzan, seseorang bertanya kepada Ali tentang mandi, maka Ali menjawab: "Mandilah setiap hari jika kamu mau." Ia menjawab: "(maksudku) mandi yang benar-benar mandi?"
Ali menjawab: "Hari Jum'at, hari Arofah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri." [HR. asy-Syafi'I dishohihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa` 1/176-177]
Dari Muhammad bin Ishaq, ia berkata: aku bertanya kepada Nafi':
“Apa yang dilakukan Ibnu Umar pada hari ied?" ia menjawab: "beliau sholat shubuh bersama imam kemudian pulang ke rumahnya, lalu mandi seperti mandi janabah dan memakai pakaiannya yang paling bagus serta memakai wewangian yang ada padanya, kemudian beliau keluar mendatangi musholla (lapangan sholat Ied) lalu duduk sampai imam datang. Ketika imam telah datang, beliau sholat bersamanya. Setelah selesai beliau kembali dan mampir ke masjid Nabi dan sholat dua roka'at disana, lalu pulang ke rumahnya." [Diriwayatkan al-Harits bin Muhammad dalam Baghiyatul Bahits ‘ala Zawa'id Musnad al-Harits no. 207, dihasankan oleh syaikh Abul Hasan as-Sulaymani dalam Tanwirul Ainain bi Ahkamil Adhohi wal Iedain hal. 29]

🌿Tidak makan sebelum sholat Iedul Adha
Dari hadits Buraidah, ia berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ، وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ»
“Rosululloh صلى الله عليه وسلم tidak berangkat sholat pada hari raya iedul fithri sebelum makan, dan beliau tidak makan pada hari raya Iedul Adha sampai selesai sholat." [HR. at-Tirmidzi no. 542, Dishohihkan al-Albani dalam Misykah al-Mashobih no. 1440]   

🌿Mengenakan Pakaian Terbaik Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik.
Ibnul Qayyim mengatakan, "Rasululloh ثلى الله عليه وشلم biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik." [Zaadul Ma'ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad,]

🌿Jalan kaki menuju lapangan sholat Ied
Ali bin Abi Tholib berkata:
مِنَ السُّنَّةِ أَنْ تَخْرُجَ إِلَى الْعِيْدِ مَاشِيًا
“Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi sholat ied dengan berjalan kaki”. [HR.At-Tirmidzy (2/410); dihasankan al-Albani] Abu ‘Isa At-Tirmidzy berkata, “Hadits ini di amalkan di sisi para ahli ilmu. Mereka menganjurkan seseorang keluar menuju ied dengan berjalan kaki”.

🌿Menuju lapangan sholat ied sambil bertakbir
Dari Abdulloh bin Umar:
“Rosululloh berangkat sholat pada dua hari Ied bersama al-Fadhl bin Abbas, Abdulloh bin Abbas, al-Abbas, Ali, Ja’far, al-Hasan, Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Aiman bin Ummi Aiman sambil mengucapkan tahlil dan takbir dengan mengangkat suaranya, beliau berangkat melewati jalan al-Haddadiin sampai tiba di lapangan sholat Ied. Ketika telah selesai beliau pulang melalui jalan al-Hadzdzaiin sampai tiba di rumahnya.” [HR. Ibnu Khuzaimah dihasankan oleh al-Albani dalam ash-Shohihah 1/330 dan al-Irwa’  3/123]

🌿Sholat Ied bersama kaum muslimin & mendengarkan khutbah
Jamaah sholat Ied dipersilahkan memilih duduk mendengarkan khutbah atau tidak, berdasarkan hadits Abdulloh bin as-Sa’ib: aku melaksanakan sholat Ied bersama Rosululloh, ketika selesai sholat beliau bersabda:
«إِنَّا نَخْطُبُ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ»
“Kami berkhutbah, barangsiapa yang ingin duduk untuk mendengarkan khutbah maka duduklah dan barangsiapa yang ingin pergi maka silahkan pergi.” [HR. Abu Dawud Dishohihkan oleh Al-Albani dalam al-Irwa’ no. 629]

🌿Mengucapkan tahni’ah
Ibnu Hajar mengatakan: “Kami meriwayatkan dalam Al-Muhamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair bahwa ia berkata: ‘Para shahabat Nabi bila bertemu di hari Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain:
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ
“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kamu.”

🌿Pulang melalui rute yang berbeda dari berangkat
Dari Jabir bin Abdillah berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ»
“Nabi apabila di hari Id, beliau mengambil jalan yang berbeda.” [HR. Al-Bukhori no. 986]
Begitu pula dalam hadits yang telah disebutkan sebelumnya tentang berangkat sholat Ied sambil bertakbir:
فَيَأْخُذُ طَرِيقَ الْحَدَّادِينَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى، فَإِذَا فَرَغَ رَجَعَ عَلَى الْحَذَّائِينَ حَتَّى يَأْتِيَ مَنْزِلَهُ
“beliau berangkat melewati jalan al-Haddadiin sampai tiba di lapangan sholat Ied. Ketika telah selesai beliau pulang melalui jalan al-Hadzdzaiin sampai tiba di rumahnya.” [HR. Ibnu Khuzaimah dihasankan oleh al-Albani dalam ash-Shohihah 1/330 dan al-Irwa’  3/123]

🌿Menyembelih hewan kurban setelah sholat Idul Adha
Dari Anas bin Malik, Rosululloh bersabda:
«مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَإِنَّمَا ذَبَحَ لِنَفْسِهِ، وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ، وَأَصَابَ سُنَّةَ المُسْلِمِينَ»
“Barangsiapa yang menyembelih sebelum sholat, berarti ia menyembelih hanya untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang menyembelih sesudah sholat, maka telah sempurnalah qurbannya dan sesuai dengan sunnahnya kaum muslimin.” [HR. al-Bukhori no. 5546]
Semoga bermanfaat.

✏Diringkas dari ahkamul iedain

🍃Abu Yusuf Masruhin

( copas group wa)


Sabtu, 20 Agustus 2016

Sumur Usman dan Visi Jangka Panjang

ANTUM PERHATIKAN, ,

DULU, di Madinah, tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama :Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah, dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya, dan rakyat Medinahpun terpaksa harus tetap membelinya. karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.

Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata, "kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga". Seorang sahabat nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya, dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma, "aku akan membeli setengah dari sumur mu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya" Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.

Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki. Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari kesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi. Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya. Tentu saja Usman harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.

Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Usman, atau The Well of Usman. Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara di dunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu, dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun (atau setara 200 Milyar pertahun)

Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa?

Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan.
Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.

Masya' Allah


Selasa, 16 Agustus 2016

Hindari Ribut

Adalah *Imam Ahmad* rahimahullah meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah _qabliyah_ Maghrib dan menyatakan keshahihannya. Tetapi sungguh aneh, belum pernah para muridnya menyaksikan beliau mengamalkan ibadah tersebut.

_"Mengapa?"_, tanya mereka.

_"Sebab penduduk Baghdad telanjur mengambil pendapat Imam Abu Hanifah"_, ujar beliau, _"Yang menyatakan tiadanya shalat qabliyah Maghrib. Kalau aku mengamalkan hal yang berbeda, niscaya akan menimbulkan keributan di antara mereka."_

Meninggalkan suatu _sunnah_ yang diyakini keutamaannya demi terjaganya harmoni masyarakat ternyata adalah 'amal utama.

_"Karena itu para Aimmah seperti Imam Ahmad atau yang lainnya"_, demikian ditulis *Syaikhul Islam Ibn Taimiyah*, _"Menganggap sunnah, apabila seorang imam meninggalkan hal-hal yang menurutnya lebih utama, jika hal itu dapat menyatukan makmum."_

Inilah mengapa ketika *Buya Hamka* menyilakan *KH Abdullah Syafi'i* berkhuthbah di Masjid Agung Al Azhar, adzan beliau minta dikumandangkan dua kali. Ini pula mengapa, *KH Idham Cholid* tidak berqunut ketika tahu ada *Buya Hamka* menjadi makmumnya dalam kapal yang mengangkut mereka berhaji, sementara *Buya Hamka* justru berqunut karena tahu *KH Idham Cholid* ada di belakangnya.

_"Demikian juga orang-orang yang menganggap melirihkan suara ketika membaca basmalah (dalam shalat berjamaah) adalah lebih utama atau sebaliknya"_, sambung Ibn Taimiyah, _"Sedangkan makmum berbeda dengan pendapat atau madzhabnya, maka dia boleh mengerjakan yang kurang afdhal demi menjaga kemashlahatan persatuan. Hal ini lebih kuat dibandingkan permasalahan mana yang afdhal dari kedua perkara tersebut, dan ini adalah baik."_

*Jalan sunnah adalah jalan tak suka ribut tentang _khilafiyah furu'iyyah_. Jalan sunnah adalah jalan yang meminta kita tak perlu tampil mencolok dan terlihat berbeda*.

Adalah *Imam Ahmad ibn Hanbal* menekankan hal ini sampai soal berpakaian. Beliau menegur seorang yang ditemuinya di Baghdad dalam keadaan memakai pakaian penduduk Makkah.

_"Tidak cukupkah bagimu pakaian yang biasa dikenakan orang 'Iraq?"_

_"Bukankah ini pakaian yang baik, pakaian dari tempat bermulanya Islam?"_

_"Ya"_, jawab beliau, _"Akan tetapi aku khawatir pakaian itu menghinggapkan *rasa sombong* dan aku khawatir ia adalah *pakaian kebanggaan* (libasusy syuhrah) yang dilarang oleh Rasulullah, karena dikenakan agar pemakainya tampak menonjol di tengah khalayak."_

*[Ust. Salim A. Fillah]*


Senin, 01 Agustus 2016

Hindari Pedebatan


Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.

Imam Syafi’i berkata : _“Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”_

Imam Syafi’i berkata : *_“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”_*

_Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan _ *_“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”_*

Iman Syafi’i juga menasehatkan,  “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
*_“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”_*
*_“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”_*

_Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya_  *_“Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”_*

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda:  *_“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda._* *_Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”_* _[HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)_

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda *_“Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal.”_* Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, *_sebenarnya mereka adalah kaum yg suka bertengkar._* _(QS Az-Zuhruf [43]: 58 )” (HR. At-Tirmidzi no. 3253, Ibnu Majah dan Ahmad)_

_Imam Malik rahimahullah, berkata:_ *_“Berjidal adalah menghilangkan cahaya ilmu dan mengeraskan hati, serta menyebabkan permusuhan.” _*(Ibnu Rajab, Fadhlu Ilmi salaf ‘alal Khalaf: 35)

Kesimpulannya perdebatan yang harus dihindari adalah perdebatan dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.

_Firman Allah ta’ala yang artinya_

*_“..Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”._*(QS Shaad [38]:26)

“Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56)

Ciri-ciri orang yang berdebat dengan memperturutkan hawa nafsu adalah

*_1.  Suka mencerca dengan kata-kata jelek atau mencela_*

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, _“mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”._ (HR Muslim).

Orang yang fasik adalah orang yang secara sadar melanggar larangan atau hukum agama, sebagaimana yang disampaikan dalam firman Allah ta’ala yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Baqarah [2]:27)

Bagi orang-orang yang fasik, tempat mereka adalah neraka jahannam

Firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan adapun orang-orang yang fasik maka tempat mereka adalah jahannam” (QS Sajdah [32]:20).

*_2.  Suka debat kusir_*

*_“Debat kusir”_* gabungan dua kata debat dan kusir

Kusir adalah orang yang mengemudikan delman sehingga kalau seorang kusir berbicara maka akan membelakangi penumpangnya atau paling tidak menyamping

Jadi debat kusir adalah debat yang *_“membelakangi”_* pendapat teman debat sehingga debat tak ada ujung akhirnya atau debat tidak berguna atau debat tidak nyambung atau debat tidak disertai alasan yang masuk akal.

Mereka “membelakangi” pendapat teman debat atau mereka tidak menganggap pendapat teman debat atau bahkan dalam diskusi di dunia maya (internet) seperti jejaring sosial maupun forum-forum diskusi lainnya yang dilakukan dengan tulisan,  mereka sama sekali tidak membaca pendapat teman debat dikarenakan mereka beranggapan atau berprasangka bahwa pendapat teman debat bertentangan dengan ulama salaf

https://mutiarazuhud.wordpress.com/2013/11/11/perdebatan-yang-dihindari/

        😱 😷😷😷😱